Kritik Dugaan PETI di Muara Batang Gadis, Pemilik Akun TikTok Mengaku Ditegur

/ Rabu, 01 Juli 2026 / 01.05.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM - MADINA - Pemilik akun TikTok Malik Nasty mengaku mendapat teguran setelah mengunggah video yang mengkritik dugaan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Sungai Bubu, Desa Sulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal.

Dalam video yang diunggahnya, Malik menyoroti kondisi air sungai di desanya yang menjadi keruh dan diduga berkaitan dengan aktivitas PETI di wilayah tersebut. Ia juga mengungkap dugaan penggunaan alat berat jenis excavator dan mesin dompeng dalam aktivitas pertambangan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat sekitar 15 unit excavator yang diduga beroperasi di lokasi itu.

Kepada wartawan, Malik mengatakan dirinya dihubungi oleh seseorang yang menegurnya terkait video yang telah diunggah dan meminta agar dirinya tidak lagi mempublikasikan konten mengenai dugaan aktivitas pertambangan emas ilegal di kawasan Sungai Bubu.

"Ada yang menghubungi saya dan menegur saya terkait video yang saya unggah. Saya juga diminta agar tidak lagi memposting soal kegiatan pertambangan emas ilegal tersebut," ujar Malik Kepada wartawan, Selasa (30/6/2026)

Menurut Malik, orang yang menghubunginya berinisial A dan disebut merupakan warga setempat.

"Saya dihubungi seseorang berinisial A. Dia menegur saya dan meminta agar saya tidak lagi membahas atau mengunggah konten mengenai aktivitas tambang tersebut," katanya.

Selain itu, Malik juga mengungkapkan bahwa rekannya pernah melihat dua orang yang diketahui berasal dari dua institusi berbeda. Berdasarkan keterangan rekannya, kedua orang tersebut diduga merupakan pihak yang melakukan backup atau bagian dari pengamanan aktivitas pertambangan emas ilegal tersebut. Namun, identitas maupun nama kedua orang tersebut belum diketahui secara pasti sehingga informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Malik menilai teguran yang diterimanya berkaitan dengan unggahan video yang mengkritik dugaan aktivitas pertambangan emas ilegal di Sungai Bubu, terutama terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan, termasuk kondisi air sungai yang disebut semakin keruh.

Di akhir keterangannya, Malik berharap aparat penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap dugaan aktivitas pertambangan emas ilegal yang terjadi di wilayah tersebut.

"Saya berharap Bapak Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Mandailing Natal memberikan perhatian serius terhadap dugaan aktivitas pertambangan emas ilegal di Sungai Bubu. Saya meminta agar persoalan ini ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku sehingga tidak ada lagi aktivitas yang merugikan masyarakat maupun lingkungan," ujarnya.

Ia juga berharap masyarakat yang menyampaikan informasi maupun kritik terkait dugaan pelanggaran hukum tidak mendapatkan tekanan maupun intimidasi.

"Saya berharap masyarakat yang berani menyampaikan informasi atau kritik terkait dugaan pelanggaran hukum tidak mendapatkan tekanan ataupun intimidasi. Biarkan aparat bekerja secara profesional, transparan, dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu," tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan maupun tanggapan resmi dari pihak yang disebutkan dalam pengakuan Malik, termasuk pihak kepolisian maupun pihak lain yang diduga terkait aktivitas pertambangan tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang dan menjunjung asas praduga tak bersalah. (PS/210)
Komentar Anda

Terkini: