POSKOTASUMATERA.COM – GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembukaan Program Pemagangan Dalam Negeri Tahun 2026 yang digelar di Aula Inspektorat Provinsi Gorontalo, Sabtu (4/7/2026). Program yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menjadi langkah nyata dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia industri, sekaligus memastikan seluruh peserta memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Drs. Wardoyo M. Pongoliu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, Sanco Simanullang, perwakilan perusahaan mitra, serta 90 peserta pemagangan yang akan ditempatkan di 14 perusahaan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan mencerminkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga perlindungan tenaga kerja dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan terlindungi.
Pembukaan Kegiatan Oleh Wakil.Gubernur Ibu Idah Syahidah Rusli Habibie
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie membagikan pengalaman pribadinya yang memulai karier melalui program magang selama tiga bulan di sebuah rumah sakit. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kompetensi profesional hingga akhirnya diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Menurutnya, program magang tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter, etos kerja, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang sesungguhnya.
Idah menegaskan bahwa keberhasilan seseorang di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga dipengaruhi oleh integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, loyalitas, dan kemampuan beradaptasi. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan masa pemagangan sebagai laboratorium pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan, membangun hubungan profesional, serta menjaga nama baik diri dan institusi tempat mereka bekerja
Secara ilmiah, program pemagangan merupakan bagian dari pendekatan work-based learning yang terbukti mampu meningkatkan kompetensi kerja melalui pengalaman langsung di lingkungan industri. Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh di bangku pendidikan dengan praktik nyata di lapangan, sehingga menghasilkan tenaga kerja yang lebih adaptif, inovatif, dan siap bersaing di pasar kerja.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, Sanco Simanullang, menegaskan bahwa seluruh peserta pemagangan wajib memperoleh perlindungan melalui Program BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, perlindungan tersebut merupakan amanat peraturan perundang-undangan sekaligus bentuk komitmen negara dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan setiap pekerja, termasuk peserta magang. Ia juga mengingatkan seluruh perusahaan mitra agar memenuhi kewajibannya dalam memberikan perlindungan kepada seluruh tenaga kerja.
Sanco turut menjelaskan lima program utama BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Kehadiran program tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi peserta selama menjalani pemagangan sekaligus menjadi investasi perlindungan sosial bagi masa depan mereka. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan BPJS Ketenagakerjaan, Program Pemagangan Dalam Negeri 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi tenaga kerja Gorontalo yang unggul, berdaya saing, serta memiliki perlindungan sosial yang memadai dalam menghadapi dinamika dunia kerja modern.(PS/BERMAWI)



