Warisan Nias Dilirik Dunia: Dubes Prancis Dorong Pelestarian Cagar Budaya dan Pariwisata

/ Sabtu, 18 Juli 2026 / 17.20.00 WIB
POSKOTASUMATERA.COM, GUNUNGSITOLI - Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Fabien Penone, menelusuri kekayaan sejarah dan peradaban masyarakat Nias melalui kunjungan ke Museum Pusaka Nias, Sabtu (18/7/2026).

Kedatangan Dubes Fabien Penone didampingi langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan warisan budaya Nias kepada komunitas internasional.

Setibanya di museum, Dubes Prancis dan rombongan disambut pengelola Museum Pusaka Nias. Mereka diajak menelusuri ruang pamer untuk melihat langsung koleksi benda bersejarah yang merepresentasikan identitas budaya masyarakat Nias.

Pihak museum memaparkan sejarah panjang berdirinya Museum Pusaka Nias, filosofi di balik setiap koleksi, serta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Penjelasan mencakup warisan tradisi megalitik, kemegahan arsitektur rumah adat Omo Hada, hingga ragam artefak yang mencatat perjalanan peradaban masyarakat Nias dari masa ke masa.
Sekda Gunungsitoli Andhika Perdana Laoly menilai kunjungan Dubes Prancis merupakan langkah strategis untuk mengangkat potensi budaya dan pariwisata Kepulauan Nias ke panggung global.

"Kami berharap kunjungan ini dapat membuka pintu kerja sama dengan Prancis, khususnya dalam bidang pelestarian cagar budaya, pertukaran budaya, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kepulauan Nias," ujar Andhika.

Menurutnya, diplomasi budaya melalui museum menjadi jembatan penting untuk memperkenalkan Nias tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat peradaban yang memiliki nilai universal.

Turut mendampingi kegiatan tersebut Wakil Kepala Kepolisian Resor Nias, Kepala Dinas Pariwisata Kota Gunungsitoli, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Gunungsitoli, serta jajaran terkait lainnya.

Pemerintah Kota Gunungsitoli optimis, kunjungan ini akan menjadi awal dari kemitraan yang lebih luas dalam menjaga, merawat, dan mempromosikan warisan budaya Nias agar dikenal dunia. (PS/356)
Komentar Anda

Terkini: