Baru Dikerjakan Sudah Retak, P3-TGAI Desa Pangguh Disorot: Diduga Dikerjakan Asal Jadi?

/ Kamis, 13 Agustus 2026 / 21.27.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Pangguh, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, mulai menuai sorotan. Bagaimana tidak, pekerjaan yang masih berlangsung justru sudah memperlihatkan keretakan pada bagian dinding saluran.

Pantauan awak media di lokasi menunjukkan sejumlah bagian konstruksi terlihat kurang rapi. Pada dinding beton tampak retakan, sementara beberapa bagian pasangan batu juga terlihat belum kokoh dan pengerjaannya terkesan kurang maksimal.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pelaksanaan pekerjaan belum sepenuhnya memperhatikan kualitas konstruksi. Jika pekerjaan yang masih dalam tahap pengerjaan saja sudah menunjukkan keretakan, publik tentu patut mempertanyakan bagaimana pengawasan dan mutu pekerjaan di lapangan.

Tak hanya persoalan fisik pekerjaan, upaya awak media untuk mendapatkan informasi dari pihak pelaksana juga menemui jalan buntu. Awak media telah berupaya menemui ketua kelompok yang membawahi kegiatan P3-TGAI tersebut, namun belum mendapatkan respons.

Ironisnya, sejumlah pekerja yang ditemui di lokasi juga disebut tidak bersedia menyebutkan siapa ketua kelompok tani yang bertanggung jawab membawahi kegiatan tersebut.

Salah seorang masyarakat setempat meminta pihak pengawas tidak hanya melihat pekerjaan secara administratif, tetapi benar-benar turun memastikan kualitas konstruksi.

 “Kami berharap pekerjaan ini diawasi dengan benar dan dibuat sebaik mungkin. Ini saluran untuk kepentingan petani kita. Jangan sampai anggaran sudah digunakan, tetapi hasil pekerjaannya cepat rusak,” ujarnya

Menanggapi temuan tersebut, Pengawas Penanganan BWS di wilayah Aceh Tenggara, Farid, mengatakan pihaknya telah mengarahkan pendamping untuk melakukan perbaikan.

 “Untuk lokasi tersebut sudah kita arahkan pendamping untuk diperbaiki. Dan saat ini kita masih dalam waktu pelaksanaan pekerjaan,” kata Farid kepada Poskotasumatra.com, Kamis (13/8/2026). 

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi perhatian bahwa keretakan yang ditemukan masih berada dalam masa pelaksanaan dan telah diarahkan untuk diperbaiki.

Namun demikian, masyarakat berharap perbaikan tidak dilakukan sekadar untuk menutupi kerusakan yang terlihat. Mereka meminta pengawas memastikan akar persoalan diperbaiki dan kualitas konstruksi benar-benar memenuhi standar.

Sebab, proyek P3-TGAI bukan sekadar membangun saluran, melainkan menyangkut kepentingan petani yang membutuhkan infrastruktur irigasi yang kuat dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Pantauan di lapangan akan terus dilakukan. Jika pekerjaan masih menunjukkan kualitas yang dipertanyakan, bukan tidak mungkin sorotan publik akan semakin mengarah pada dugaan lemahnya pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan yang terkesan asal jadi.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak kelompok penerima kegiatan belum memberikan keterangan terkait pelaksanaan maupun kondisi konstruksi di lokasi. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: