Evaluasi Desa Binaan IVA Test Muara Batangtoru Masuk Enam Besar Sumatera Utara, Dorong Penguatan Pemberdayaan Keluarga

/ Kamis, 13 Agustus 2026 / 12.55.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-MUARA BATANGTORU — Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, menunjukkan capaian membanggakan setelah berhasil masuk enam besar dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara dalam Monitoring Desa Binaan Kategori IVA Test tingkat Provinsi Sumatera Utara. Dan Saat ini Evaluasi  sedang berlangsung di Puskesmas Hutaraja untuk penilaian 6 Kabupaten Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Kamis (13/8/2026), sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat gerakan pemberdayaan keluarga melalui pendekatan promotif dan preventif kesehatan masyarakat.


Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Sofyan Adil, SP., MM., yang mewakili Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, SE., Ak., MM., CA, bersama Tim Evaluasi Provinsi Sumatera Utara. Hadir pula Ketua Pokja II TP PKK Tapsel Ira Kartika Pulungan mewakili Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan, Kadis Kesehatan Tapsel Dr. Sri Khairunnisa selaku koordinator IVA Test, Camat Muara Batangtoru Sonita Wardah Nasution, S.STP., Forkopimcam, jajaran TP PKK, kepala desa/lurah, kader Dasawisma, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.

Camat Muara Batangtoru Sonita Wardah Nasution menyampaikan bahwa capaian masuk enam besar bukanlah hasil kerja satu pihak. Keberhasilan tersebut lahir dari kolaborasi pemerintah kecamatan, desa, kader PKK dan kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, masyarakat, hingga dukungan dunia usaha. Dukungan sejumlah perusahaan seperti PT Agincourt Resources (AR), PT SKL, PT MIR, PLTA, Adiya Raya, Klinik Tanjung Harapan dan pihak lainnya turut memperkuat pelaksanaan program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Muara Batangtoru.


Dalam arahan Bupati Tapanuli Selatan yang disampaikan Sekda Sofyan Adil, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada Tim Evaluasi Provinsi Sumatera Utara dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Program IVA Test dinilai tidak sekadar menjadi kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker leher rahim sekaligus memperkuat implementasi 10 Program Pokok PKK.

Menurutnya, keluarga harus ditempatkan sebagai fondasi pembangunan karena perubahan kualitas kesehatan masyarakat bermula dari lingkungan keluarga.


Ketua Pokja II TP PKK Tapanuli Selatan Ira Kartika Pulungan menegaskan bahwa keberhasilan IVA Test tidak semestinya hanya dilihat dari angka cakupan pemeriksaan. Ukuran yang jauh lebih penting adalah perubahan perilaku masyarakat, terutama ketika perempuan yang sebelumnya takut atau ragu akhirnya berani memeriksakan diri. Karena itu, hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan perbaikan berkelanjutan agar setiap temuan dari pemeriksaan dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme pelayanan kesehatan yang tepat.


Dalam sesi expose, Ketua TP PKK Kecamatan Muara Batangtoru Ny. Erlina Sari Jasinaloan memaparkan berbagai inovasi yang telah dilakukan bersama seluruh unsur masyarakat dan OPD. Ia menyebutkan capaian program secara aplikasi mencapai 99,4 persen, sementara berdasarkan kondisi lapangan pelaksanaan telah mencapai 100 persen. Dari 853 pasangan usia subur (PUS), berbagai strategi pendekatan dilakukan untuk mendorong perempuan agar bersedia menjalani pemeriksaan. Delapan kelompok Dasawisma juga dinilai telah memberikan kontribusi penting dalam menggerakkan edukasi dan pendampingan masyarakat.


Suasana evaluasi semakin menarik ketika para kader menampilkan yel-yel “Namora IVA Test”, disusul drama dari Desa Pardamean yang menggambarkan perjuangan kader membangun keberanian perempuan untuk melakukan pemeriksaan. Kreativitas tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan tidak selalu harus disampaikan secara formal, tetapi dapat dikemas melalui pendekatan budaya, komunikasi interpersonal, dan kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Profil Kecamatan Muara Batangtoru serta kegiatan sosialisasi di tingkat kecamatan dan desa juga ditampilkan melalui tayangan audiovisual.


Ketua Tim Evaluasi Provinsi Sumatera Utara, Dr. Ika Lestari Siregar, bersama dua anggota tim kemudian melakukan pendalaman melalui sesi tanya jawab dengan berbagai pihak. Tim menilai capaian Muara Batangtoru sebagai hasil perjuangan yang luar biasa, khususnya dalam menggerakkan Dasawisma dan membangun sistem informasi serta dokumentasi kegiatan. Data melalui SIPANDA juga menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam proses penilaian untuk menentukan posisi masing-masing daerah dari 33 kabupaten/kota peserta.


Evaluasi kemudian dilanjutkan dengan wawancara bersama Kepala UPTD Puskesmas Hutaraja, tenaga kesehatan, serta perwakilan perusahaan yang terlibat dalam mendukung program. Bagi masyarakat Muara Batangtoru, masuk enam besar bukan sekadar pencapaian kompetisi, melainkan bukti bahwa ketika pemerintah, PKK, kader, dunia usaha dan masyarakat bergerak dalam satu irama, program kesehatan dapat tumbuh menjadi gerakan sosial. Semangat tersebut sejalan dengan visi “Sinergi Tapsel Bangkit”, yakni membangun masyarakat yang lebih mandiri, sehat, berdaya, dan memiliki kesadaran bahwa keberhasilan IVA Test pada akhirnya bukan hanya tentang angka, tetapi tentang seberapa banyak perempuan yang berhasil dilindungi melalui deteksi dini.(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: