POSKOTASUMATERA.COM-ANGKOLA BARAT — Pembentukan karakter peserta didik tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran akademik di dalam kelas. SD IT Bina Insani Sialogo, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, secara konsisten memberikan ruang bagi siswa dan siswi untuk mengembangkan kemampuan keagamaan melalui kegiatan kultum singkat yang dilaksanakan secara bergantian.
Kegiatan kultum tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai keislaman, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, serta kepedulian terhadap sesama. Melalui kesempatan menyampaikan materi di hadapan teman-temannya, peserta didik juga dilatih untuk berani berbicara, menyampaikan gagasan, dan membangun kepercayaan diri sejak usia sekolah dasar.
Secara pedagogis, kegiatan berbicara di depan umum memiliki nilai penting dalam perkembangan kemampuan komunikasi anak. Kultum tidak hanya menjadi sarana menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi metode pembelajaran aktif yang mendorong siswa untuk memahami materi, menyusun gagasan secara sistematis, kemudian menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dipahami.
Pergantian siswa dan siswi sebagai penyampai kultum juga menciptakan suasana pembelajaran yang partisipatif. Setiap peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk tampil, sehingga kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga mengembangkan aspek sosial, emosional, spiritual, dan keterampilan komunikasi peserta didik.
Pimpinan Yayasan SD IT Bina Insani Sialogo, Ustaz Muhammad Ridwan Rambe, S.Pd, terus mendorong agar pendidikan agama berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Menurut semangat pendidikan yang diterapkan, ilmu pengetahuan harus dibarengi dengan akhlak yang baik sehingga para siswa tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang santun dan bertanggung jawab.
Kultum singkat yang dilakukan secara rutin diharapkan menjadi kebiasaan positif yang melekat dalam kehidupan peserta didik. Dari kegiatan sederhana tersebut, siswa belajar bahwa menyampaikan kebaikan dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan dari usia dini. Keberanian tampil, kemampuan berbicara, serta penghayatan terhadap nilai-nilai agama menjadi modal penting dalam menghadapi perkembangan zaman.
Melalui kegiatan kultum bergilir, SD IT Bina Insani Sialogo menunjukkan bahwa pendidikan karakter membutuhkan proses yang berkelanjutan dan melibatkan seluruh warga sekolah. Sinergi antara pembelajaran, keteladanan, dan pembiasaan keagamaan diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas secara akademik, kuat secara spiritual, serta memiliki akhlak mulia dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.(PS/BERMAWI)
.jpg)