API BOLEH MELALAP, TAPI HARAPAN SANTRI TAK BOLEH PADAM!
POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Kobaran api boleh meninggalkan puing dan luka, tetapi harapan para santri Pondok Pesantren Darul Mukhlasin As-Sholihin tak boleh ikut padam.
Sehari setelah kebakaran menghanguskan sejumlah bangunan pesantren pada Jumat (7/8/2026), Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M. bersama Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA., langsung turun ke lokasi, Sabtu (8/8/2026).
Kehadiran keduanya bukan sekadar melihat bekas amukan si jago merah. Di tengah suasana duka dan keterbatasan yang dirasakan keluarga besar pesantren, Bupati dan Kapolres datang membawa bantuan sekaligus memastikan kondisi para santri pascakebakaran.
Kunjungan tersebut berlangsung sekitar pukul 16.15 WIB. Kapolres didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Aceh Tenggara saat meninjau langsung kondisi pesantren yang terdampak musibah.
Sisa-sisa bangunan yang terbakar menjadi saksi betapa beratnya musibah yang kini harus dihadapi pihak pesantren. Namun, di tengah kondisi tersebut, dukungan pemerintah daerah dan kepolisian diharapkan menjadi suntikan semangat bagi para santri untuk tetap melanjutkan aktivitas pendidikan.
Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry bersama Kapolres kemudian menyerahkan bantuan sosial kepada pihak Pondok Pesantren Darul Mukhlasin As-Sholihin.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para santri sekaligus meringankan beban pengelola pesantren yang kini tengah berupaya memulihkan kembali aktivitas pendidikan setelah dilanda kebakaran.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo menegaskan, tugas Polri tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan rasa aman, tetapi juga ketika masyarakat sedang berada dalam kondisi sulit.
“Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan para santri dan keluarga besar pesantren. Mari kita bersama-sama memberikan dukungan agar aktivitas pendidikan dan kegiatan para santri dapat kembali berjalan dengan baik,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Bupati Aceh Tenggara berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para santri dan pengelola pesantren dalam melewati masa pemulihan.
Menurutnya, musibah yang terjadi hendaknya tidak mematahkan semangat keluarga besar pesantren untuk kembali bangkit dan melanjutkan proses pendidikan serta pembinaan para santri.
Kini, pekerjaan besar menanti. Bukan hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga mengembalikan semangat dan kenyamanan para santri untuk kembali belajar.
Api telah meninggalkan puing. Namun kepedulian dan gotong royong diharapkan menjadi energi untuk membangun kembali apa yang telah terbakar.
Pondok Pesantren Darul Mukhlasin As-Sholihin diharapkan segera bangkit, sehingga aktivitas pendidikan dan pembinaan para santri dapat kembali berjalan normal.
Sebab, yang terbakar hanyalah bangunan—bukan semangat untuk terus menuntut ilmu. (PS/ASP)

