POSKOTASUMATERA.COM – DAIRI – Banjir bandang menerjang Dusun Lau Petundal, Desa Pamah, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sabtu (31/10/2026) sore. Peristiwa yang dipicu hujan deras tersebut mengakibatkan 16 rumah warga di sepanjang aliran Sungai Lau Mbelin terdampak luapan air yang membawa material batu dan kayu.
Berdasarkan laporan Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten
Dairi, Erwin Sitorus, ST., MT., Senin (2/11/2026), hujan deras mulai terjadi
sekitar pukul 09.00 WIB. Debit air Sungai Lau Mbelin kemudian meningkat dan
meluap sekitar pukul 14.00 WIB hingga menyebabkan banjir bandang.
Arus deras disertai material batu dan kayu menerjang kawasan
permukiman hingga sekitar pukul 19.00 WIB, sebelum akhirnya berangsur surut.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun,
sebanyak 16 rumah warga yang berada di pinggiran sungai terdampak, dengan satu
rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
Informasi dari masyarakat diperoleh, banjir serupa telah
berulang kali terjadi setiap musim penghujan. Selain tingginya curah hujan yang
menyebabkan sungai tidak mampu menampung debit air, kondisi lingkungan di
sekitar kawasan tersebut juga menjadi perhatian.
Alih fungsi lahan dari tanaman keras seperti kemiri dan
durian menjadi tanaman jagung, bahkan hingga ke kawasan perbukitan, dinilai
turut berpotensi memengaruhi kondisi daerah aliran sungai. Selain itu,
keberadaan rumah warga yang dibangun di bantaran sungai juga meningkatkan
risiko terdampak ketika debit air meningkat.
Mengetahui kejadian tersebut, Bupati Dairi Vickner Sinaga menginstruksikan Satgas BPBD segera turun
ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan menginventarisasi seluruh dampak
yang ditimbulkan.
Bupati juga menekankan perlunya kajian menyeluruh terhadap
keberadaan rumah-rumah warga di sepanjang bantaran Sungai Lau Mbelin. Mengingat
banjir telah berulang kali terjadi, perlu dikaji kemungkinan relokasi bagi
rumah penduduk yang berada di kawasan rawan bencana.
Bupati juga turut mendorong keterlibatan lintas perangkat
daerah dan pemangku kepentingan, antara lain Dinas Lingkungan Hidup, Dinas
PUTR, unsur Kehutanan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta DPMPPTSPK, Dinas
Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) berperan mengidentifikasi
faktor penyebab dan melakukan upaya mitigasi guna mengurangi risiko banjir
bandang di masa mendatang. (PS/K.TUMANGGER).
