SMKN Pembangunan Pertanian Tapsel Optimalkan Lahan Sempit, Dukung Program Ketahanan Pangan Gubernur Sumut

/ Selasa, 03 November 2026 / 13.01.00 WIB

Pemanenan dan Pengepan Sayuran Pakcoy Siswa  Kelas X ATPH didampingi Kepala Sekolah

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN – Semangat mendukung program ketahanan pangan yang dicetuskan Gubernur Sumatera Utara terus diwujudkan melalui langkah nyata di lingkungan pendidikan. SMKN Pembangunan Pertanian Tapanuli Selatan (Tapsel), yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 58, Padangsidimpuan, berupaya mengoptimalkan lahan yang tersedia di lingkungan sekolah sebagai ruang produktif untuk kegiatan pertanian.


Menariknya, keterbatasan luas lahan tidak menjadi penghalang bagi sekolah untuk berkontribusi. Area yang berada di sekitar bangunan sekolah, termasuk lahan di bagian pinggir gedung, tetap dimanfaatkan secara kreatif dan terencana. Langkah ini menjadi bukti bahwa pengembangan sektor pertanian tidak selalu membutuhkan areal yang luas, tetapi juga memerlukan inovasi, keterampilan, dan kemauan untuk mengelola potensi yang ada.


  ALi Anhar Lubis S.ST Guru Pembimbing Bersama Siswa Pengepakan dan Pelabelan Sayur pakcoy

Program tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi peserta didik. Melalui pemanfaatan lahan sekolah, siswa dapat mengenal secara langsung proses budidaya tanaman, mulai dari persiapan media tanam, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga pemanfaatan hasil pertanian. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik nyata di lapangan.


Guru Bidang Studi, Ali Anhar Lubis, S.ST, menjadi salah satu tenaga pendidik yang berperan dalam mendukung kegiatan tersebut. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik, pengembangan potensi pertanian di lingkungan sekolah diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kreativitas siswa dalam mengelola sumber daya pertanian secara efektif dan berkelanjutan.


Kepala SMKN Pembangunan Pertanian Tapsel, Rini Efrika Siregar, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan yang tersedia merupakan salah satu bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan. Sekolah berupaya menjadikan setiap ruang yang memungkinkan sebagai kawasan produktif, sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran yang bermanfaat bagi peserta didik.


Menurutnya, pendidikan pertanian harus mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan di masa depan. Karena itu, sekolah kejuruan pertanian memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kompetensi praktis, jiwa kewirausahaan, serta kepedulian terhadap pengembangan sektor pertanian.


Selain mendukung program pemerintah, pemanfaatan lahan sekolah ini juga diharapkan dapat menumbuhkan budaya produktif, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa didorong memahami bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah dan rumah tangga, melalui pemanfaatan lahan secara optimal meskipun dengan ruang yang terbatas.


Melalui langkah sederhana tetapi memiliki nilai edukatif tersebut, SMKN Pembangunan Pertanian Tapsel menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berinovasi. Optimalisasi lahan sekolah diharapkan menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya dalam mendukung ketahanan pangan daerah, sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mencetak generasi pertanian yang terampil, mandiri, inovatif, dan siap berkontribusi bagi terwujudnya swasembada pangan nasional.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: