TOUR DESA GUS IRAWAN PERKUAT SINERGI PEMKAB TAPSEL DAN PT AGINCOURT RESOURCES, DORONG INTEGRASI PERTANIAN, PETERNAKAN, DAN HILIRISASI PERKEBUNAN

/ Minggu, 08 November 2026 / 22.16.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus memperkuat strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal melalui integrasi sektor pertanian, peternakan, dan hilirisasi hasil perkebunan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem ekonomi produktif yang saling terhubung, mulai dari penyediaan bahan baku, proses pengolahan, hingga pemasaran produk. Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan Tour Desa yang dilaksanakan Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., CA., bersama jajaran pemerintah daerah, Minggu (8/11/2026).


Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Bupati bersama rombongan meninjau sejumlah unit usaha binaan PT Agincourt Resources (PTAR), yakni Martabe Chicken Farm, Martabe Goat Farm, dan Martabe Cocoa, serta mengunjungi Sopo Daganak sebagai salah satu UMKM binaan perusahaan. Kunjungan turut didampingi Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan H. Sofyan Adil Siregar, S.P., M.M., beserta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Peninjauan ini bertujuan melihat secara langsung perkembangan program pemberdayaan masyarakat sekaligus mengidentifikasi peluang kolaborasi yang dapat diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah.


Bupati Gus Irawan mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dikembangkan PTAR dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, program tersebut memiliki kesesuaian dengan arah kebijakan Pemkab Tapsel, khususnya dalam membangun keterkaitan antara produksi pertanian dan kebutuhan sektor peternakan. Salah satu contoh konkret ialah pengembangan jagung di kawasan Aek Sirara yang hasil produksinya dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan pakan peternakan ayam. Pola kemitraan tersebut dinilai mampu memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku bagi pelaku usaha peternakan.


Gus Irawan menjelaskan, pemerintah daerah telah mendorong pemulihan produktivitas pertanian masyarakat Aek Sirara melalui bantuan benih jagung, meskipun kawasan tersebut sebelumnya terdampak bencana dengan genangan air mencapai sekitar 1,5 meter. Hasil panen petani kini memiliki peluang pasar dengan harga pembelian sekitar Rp6.400 per kilogram untuk jagung berkadar air 14 persen, sedangkan harga dapat menyesuaikan apabila kadar air lebih rendah berdasarkan kesepakatan pembelian. Menurutnya, model kemitraan seperti ini perlu diperluas agar aktivitas pertanian tidak berhenti pada produksi, tetapi terhubung langsung dengan kebutuhan industri dan usaha peternakan.


Selain integrasi jagung dan peternakan, perhatian Bupati juga tertuju pada pengembangan budidaya magot berbasis pengolahan sampah organik. Inovasi tersebut dinilai memiliki manfaat ekologis sekaligus ekonomis karena dapat mengurangi timbulan sampah organik dan menghasilkan bahan alternatif untuk pakan ternak maupun ikan. Program ini juga memiliki keterkaitan dengan Gerakan 1.000 Kolam yang dikembangkan Pemkab Tapsel. Gus Irawan mendorong Dinas Perikanan melakukan kajian teknis mengenai formulasi pencampuran magot dengan pakan pabrikan, termasuk kemungkinan komposisi 50:50, sehingga biaya produksi dapat ditekan tanpa mengabaikan kebutuhan nutrisi dan pertumbuhan ikan.


Pada sektor perkebunan, Bupati menyoroti potensi komoditas kakao, kopi, dan kelapa yang menjadi bagian dari agenda pengembangan serta hilirisasi perkebunan di Tapanuli Selatan. Pemerintah daerah telah menerima bantuan sebanyak 150.000 benih kakao untuk pengembangan lahan sekitar 150 hektare serta 728.000 benih kopi guna mendukung perluasan kawasan perkebunan. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut harus diikuti dengan kesiapan pengolahan dan pemasaran agar peningkatan produksi bahan baku mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi petani. Percepatan realisasi bantuan dan kesiapan daerah juga menjadi faktor penting dalam membuka peluang memperoleh tambahan alokasi program.


Sementara itu, Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Christine Pepah, menyampaikan bahwa kunjungan Bupati H.Gus Irawan Pasaribu  dan jajaran Pemkab Tapsel memberikan respons positif sekaligus sejumlah masukan konstruktif bagi pengembangan program perusahaan. Ia menjelaskan bahwa berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PTAR memiliki keselarasan dengan program pemerintah daerah, terutama dalam penguatan sektor pertanian, peternakan, dan hilirisasi produk lokal. Salah satu bentuk sinergi tersebut terlihat melalui penyerapan jagung dari petani Aek Sirara untuk kebutuhan peternakan ayam serta dukungan terhadap pengembangan produk olahan kakao menjadi coklat siap dipasarkan. "Program ini sejalan dengan Pemkab Tapsel. Kakao kita dorong hilirisasinya, kemudian jagung dari teman-teman di Aek Sirara kita beli untuk digunakan dalam peternakan ayam," ungkap Christine.


Ia juga menyampaikan bahwa masukan Bupati menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program ke depan, terutama dalam memperkuat proses hilirisasi kakao, memperluas penyerapan hasil pertanian, serta mengoptimalkan potensi pengembangan magot. Sinergi antara pemerintah daerah yang berfokus pada penguatan sektor hulu dan PTAR yang turut mendorong pengembangan pengolahan di sektor hilir diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi yang lebih terintegrasi. Melalui pengembangan produk cokelat Martabe, misalnya, kakao tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan berpotensi memperluas pasar oleh-oleh khas Tapanuli Selatan. Bupati juga mengajak insan pers berperan aktif mempromosikan produk lokal tersebut agar semakin dikenal masyarakat luas.


Melalui kegiatan Tour Desa ini, Pemkab Tapanuli Selatan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, petani, peternak, dan pelaku UMKM dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Integrasi sektor hulu dan hilir diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan kepastian pasar, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Sinergi bersama PT Agincourt Resources tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat pemulihan dan penguatan ekonomi masyarakat, sejalan dengan semangat Tapsel Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat. (PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: