Sejumlah Guru Bahasa Ingris Sedih, Dan Merasa Di Anak Tirikan.

/ Kamis, 27 Januari 2022 / 19.15.00 WIB

 



POSKOTASUMATERA. COM - TANAH KARO - Sebagian besar status Guru yang mengajar di sekolah SD dan SMP Negeri berstatus honorer merasa sedih dan terkesan di anak tirikan. 
Namun saat ada kesempatan mengikuti program pemerintah pusat dalam P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja),  adalah rekrutmen untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

Perekrutan tersebut yang ditujukan untuk WNI yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu, dalam rangka melaksanakan tugas Pemerintahan. Program ini bagi para guru Honorer di nilai tidak tepat sasaran. Terkhusus bagi guru honorer yang sudah mengajar 3 (tiga)  sampai 30 tahun masa kerja. 

Seperti yang di ungkapkan oleh Antonius Berahmana (55), Kamis ( 27/01/2022), salah satu guru honorer di SDN 046574 Sadaperarih, SDN 044830 Cinta Rakyat, dengan ijajah Strata Satu (S1) Sastra Inggris yang sudah mengabdikan diri mengajar selama lebih 25 tahun mengajar. 

 "Kami sangat sedih, dengan adanya program P3K untuk guru honorer yang masih belum tepat sasaran dalam melaksanakan peraturan pengangkatan untuk P3K. Kami, khususnya guru yang berijazah bahasa inggris di Tanah Karo, tidak di buka Formasi dengan alasan kuota penuh. Artinya, tidak di buka kesempatan untuk mengikuti ujian tersebut. Padahal, menurut kami, dengan masa pengabdian 3 tahun ke atas, sudah sewajarnya di angkat menjadi ASN. Mengingat guru merupakan jantungnya negara ini, dan begitu pentingnya pendidikan bagi para generasi. Namun, disini kami malah merasa bahwa kami adalah kaum yang tertindas. Kami punya ijajah, kami S1, tapi nasib kami sangat menyedihkan,"ungkapnya.

Antonius merasa miris, masih ada temannya yang mendapat gaji honor hanya Rp. 150.000/ bulannya. Itu pun, dibayarkan 3 bulan sekali. "Kami bertahan demi pengabdian, dan berharap suatu saat ada perhatian pemerintah kepada kami. Dan ketika saat ini ada kesempatan kepada kami yang bertahan dalam pengabdian, malah terkesan di abaikan oleh pemerintah. Khususnya pihak Dinas Pendidikan Karo,"terangnya. 

Hal senada dikatakan Revina (41), guru honorer yang mengajar Di SD N 047178,  yang sudah puluhan tahun mengabdi. Dengan ijazah Strata Satu (S1) dan terdaftar di Dapodik sebagai guru kelas, tidak juga ada formasi yang dibuka untuk guru bahasa inggris.

 "Saya terdaftar sebagai guru kelas, itu lah sebabnya nomor peserta ujian P3K kami keluar semua. Tapi yang kami sangat sayangkan, formasi untuk guru bahasa Inggris tidak dibuka di Kabupaten Tanah Karo, dengan alasan, jurusan dengan jabatan sebagai guru kelas tidak linier" ujarnya dengan rasa kesal dan kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Tanah Karo.

Terasa heran, untuk kurikulum muatan lokal pelajaran bahasa Inggris di SD untuk kelas 4,5,6, sudah ada. Kenapa tidak di usulkan hal tersebut. Dimana, nilai pengabdian dan keadilan untuk guru bahasa inggris selama ini. Bahkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Karo sempat menyalah - nyalahkan pendidikan Strata Satu (S1) yang telah diperolehnya.

"Kami guru kelas dengan ijajah Sastra Inggris khususnya banyak. Namun tidak di buka kesempatan untuk kami. Malah kami yang di salahkan. Kenapa tidak kuliah PGSD saja dulu kata pihak Dinas. Sementara Dapodik kami sebagai guru kelas mereka yang membuat. kami mengajar sudah bertahun tahun dengan gelar sarjana pendidikan yang kami punya" ujarnya. 

Sebagai orang yang telah mengabdi cukup lama, terlihat para guru bahasa inggris sangat berharap, program P3K ini memang benar - benar mengutamakan untuk guru - guru honorer yang telah mengabdi cukup lama. 

Kami berhaŕap agar program P3K ini memang betul - betul mengutamakan para guru honorer yang sudah mengajar bertahun tahun, ini kesempatan dan seharusnya pengabdian kami selama ini di nilai dan di apresiasi bukan malah di kritik. Tolonglah bagi para pemangku jabatan di bidangnya di daerah kami ini, mengajukan ke BKN pusat. Keluhan dan permohonan kami yg selama ini kami sampaikan ke pihak yg membidanginya di daerah ini," ucap Revina.

Kepala Dinas Pendidikan Karo Eddy S. Surbakti yang di konfirmasi Poskotasumatera.com, via seluler, Kamis ( 27/ 01/ 2022), sekitar Pukul 19.00 Wib, hingga berita ini dilangsir, belum memberikan jawaban. (PS/BUDIMAN S) 
Komentar Anda

Terkini: