POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Di jantung hutan tropis Batangtoru, Sumatera Utara, harapan tumbuh bersamaan dengan deru turbin energi hijau. Maret 2025 menandai langkah penting dalam membuktikan bahwa pembangunan energi ramah lingkungan tak harus mengorbankan alam. PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), pengelola PLTA Batangtoru, memasang 11 kamera trap dan 10 jembatan arboreal untuk memantau kehidupan satwa liar di sekitar proyek.
Hasilnya sungguh menggembirakan. Sebanyak 165 perjumpaan dengan satwa liar terekam, mencakup delapan jenis berbeda—sebuah bukti nyata bahwa hutan Batangtoru masih menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa. Mulai dari primata yang melintas di atas jembatan pohon, burung hantu yang terbang di malam hari, hingga ular yang melata di dedaunan—semuanya menjadi saksi bisu harmoni yang sedang dibangun antara teknologi dan ekologi.
“Pemantauan ini dilakukan rutin setiap bulan oleh tim konservasi kami. Dengan metode pengamatan langsung dan kamera otomatis, kami bisa mengetahui perilaku dan pergerakan satwa secara lebih menyeluruh,” ujar Pak Iqbal Nizam Manajer Manajer E&B. ENVIROMENTAL DAN BIODIVERSITY PT NSHE, Selasa (29/4).
Jembatan arboreal yang dibangun menjadi akses aman bagi satwa arboreal, memungkinkan mereka menyeberang tanpa harus turun ke tanah dan menghadapi risiko gangguan dari aktivitas manusia. Inisiatif ini bukan sekadar proyek, tapi bagian dari komitmen jangka panjang dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan perlindungan alam.
Kolaborasi dengan para ahli biologi, peneliti lokal, dan masyarakat sekitar menjadikan program ini lebih kuat dan berakar. Mereka tak hanya menyumbang ilmu, tetapi juga semangat menjaga warisan ekologi bagi generasi mendatang.
PLTA Batangtoru menunjukkan bahwa harmoni antara pembangunan dan konservasi bukanlah mimpi. Di tengah bayang-bayang krisis iklim dan rusaknya habitat, suara kamera trap dan jejak kaki satwa di jembatan pohon menjadi pertanda bahwa masa depan yang seimbang masih mungkin diwujudkan.(PS/BERMAWI)
