POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL- Hari ini Senin (21/4-2025) dalam suasana penuh haru dan semangat masa depan, SMA Negeri 1 Angkola Barat menggelar acara penjemputan siswa kelas XII pasca pelaksanaan Asesmen Akhir Sekolah (ASS) Tahun 2025. Acara ini tak hanya menjadi momen reflektif bagi siswa dan orang tua, tetapi juga menjadi panggung penting deklarasi komitmen bersama: tanpa coret-coretan, tanpa konvoi kendaraan, dan tanpa kumpul-kumpul yang meresahkan masyarakat.
Dengan mengusung jargon “Maju Bersama Hebat Semua Melalui Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju dan Berkelanjutan,” kegiatan ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam), komite sekolah, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, serta orang tua dan siswa kelas XII.
Forkopincam Angkola Barat turut memberikan dukungan penuh terhadap program sekolah. Danramil 19 Tapanuli Selatan yang diwakili oleh Batu Ud Serma Harapan Ritonga dan Sertu Arip Pianda Siregar serta perwakilan dari Polres Tapanuli Selatan, plt. Kasat Binmas Iptu H. Taufik Simanullang dan Iptu Bangun Siregar, hadir langsung untuk menunjukkan sinergi TNI-Polri dalam mendukung pendidikan yang berkarakter.
Dalam sambutannya, perwakilan Forkopincam memberikan apresiasi kepada pihak sekolah atas inisiatif positif dalam mencegah tradisi coret-coret dan konvoi yang kerap mencoreng momen pasca ujian akhir. Dukungan serupa juga datang dari perwakilan orang tua/wali yang menegaskan pentingnya menjaga citra baik siswa serta melanjutkan perjuangan meraih cita-cita.
Komite sekolah pun tak lupa menyampaikan terima kasih atas dedikasi para guru dalam mendidik siswa selama tiga tahun terakhir. Mereka menilai bahwa pendidikan yang diberikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kecakapan hidup.
Kepala SMA Negeri 1 Angkola Barat, Salamat Siregar, S.Pd, M.Si dalam arahannya menegaskan bahwa kelulusan dari jenjang SMA bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju masa depan. "Melanjutkan pendidikan adalah jalan paling mudah dan ringan untuk mengubah situasi menjadi lebih baik. Pilihan bekerja boleh, tetapi tetap kuliah. Jangan ikut-ikutan gaya orang yang tidak terdidik," tegasnya.
Salamat Siregar juga mengingatkan para siswa agar menjaga nama baik keluarga dan sekolah, serta menghindari aksi-aksi yang tidak mencerminkan perilaku pelajar. Sekolah akan terus memantau aktivitas para lulusan demi memastikan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama ini tetap terjaga.
Menariknya, kegiatan ini berlangsung tanpa kutipan biaya apapun dari siswa, menunjukkan komitmen sekolah dalam memberikan pelayanan terbaik tanpa membebani orang tua.
Sebagai penutup, suasana haru menyelimuti lapangan sekolah saat para siswa dan orang tua bersalaman dengan para guru. Momen ini menjadi simbol rasa syukur, terima kasih, dan perpisahan yang hangat, penuh makna, dan penuh harapan. Tangis haru dan senyum bahagia menjadi penanda eratnya hubungan emosional yang telah terjalin selama tiga tahun masa pendidikan.
Ada juga acara penandatanganan deklasi komitmen tanpa tanpa coret-coretan, tanpa konvoi kendaraan, dan tanpa kumpul-kumpul yang meresahkan masyarakat.
Acara penjemputan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan berbudaya positif. SMA Negeri 1 Angkola Barat kembali menegaskan eksistensinya sebagai sekolah yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman.(PS/BERMAWI)
