POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL-Di tengah rimbun pepohonan dan gemericik air Sungai Siloung yang jernih, Rabu pagi (23/4/2025), semangat pelestarian alam menggema di Desa Padanglancat Sisoma. Sebuah momen penuh makna tersaji kala ribuan ekor ikan jurung — spesies endemik sungai lokal — dilepas bersama-sama oleh warga, pemerintah, dan pihak swasta.
Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kepedulian terhadap warisan ekologis yang nyaris terlupakan. Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Marihot Anton Sihombing, kegiatan ini melibatkan berbagai elemen: dari Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Christine Pepah, hingga jajaran pemerintah seperti Kapolsek Batangtoru AKP RN Tarigan, Babinsa, Camat Batangtoru Mara Tinggi Siregar, serta para kepala desa dari wilayah sekitar dan NNB Desa Padanglancat Sisoma.
Di bawah langit cerah dan semilir angin yang membawa harum tanah basah, suasana kekeluargaan begitu terasa. Tua-muda, aparat desa, alim ulama, hingga anak-anak sekolah, semua menyatu dalam semangat menjaga kehidupan air.
“Kami tidak ingin hanya menjadi pelaku usaha, tapi mitra strategis bagi keberlanjutan lingkungan,” ujar Christine Pepah penuh semangat. Dukungan nyata itu pun disambut antusias oleh masyarakat.
"Kepala Desa Marihot Anton menegaskan pentingnya Sungai Siloung sebagai urat nadi kehidupan masyarakat. “Ini bukan hanya tentang ikan, tapi tentang masa depan kita,” katanya. Baginya, jurung bukan sekadar fauna, melainkan simbol harapan.
Warga percaya, pelepasan ikan ini akan memulihkan ekosistem yang sempat terganggu. Mereka berharap kegiatan ini bukan menjadi yang terakhir, melainkan awal dari rangkaian gerakan hijau yang lebih luas.
Kades Padanglancat Sisoma Marihot Anton Sihombing mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Senior Community Manager PT Agincourt Resources, Ibu Christine Pepah, Pak Raja Hasibuan, Pak Sogi dan jajaran PT.AR
Dari aliran Sungai Siloung hari itu, mengalir pula pesan kuat: bahwa pembangunan dan pelestarian bisa berjalan beriringan. Dan bahwa dari desa kecil di Tapanuli Selatan, lahir teladan besar tentang cinta pada alam.(PS/BERMAWI)


