Tapsel Tancap Gas Menuju Digitalisasi: Kepala Desa dan Sekolah Jadi Motor Perubahan

/ Kamis, 15 Mei 2025 / 19.44.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM, TAPSEL – Semangat perubahan menyala di Gedung Serbaguna Sarasi, Sipirok, Kamis (15/5/2025). Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar Sosialisasi dan Implementasi Transaksi Non Tunai, mengukuhkan langkah serius menuju era digitalisasi layanan publik. Tidak hanya sebagai seremonial, acara ini menggugah seluruh kepala puskesmas, kepala sekolah, dan kepala desa se-Tapsel untuk bangkit menjadi agen perubahan.


Di hadapan ratusan peserta, Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu, tampil penuh semangat. Dalam orasinya, Gus Irawan menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keniscayaan di tengah dinamika zaman yang bergerak cepat.


"Kita tidak bisa jalan di tempat sementara daerah lain berlari. Kepala desa, kepala sekolah, kepala puskesmas, kalian adalah wajah pemerintah. Kalian harus memimpin transformasi ini dari lini terdepan," serunya, membakar semangat para hadirin.


Mantan Dirut Bank Sumut itu pun tak segan mengingatkan, Tapsel pernah menjadi pionir digitalisasi di 2015, namun kini, daerah tetangga seperti Nias Utara sudah melesat lebih cepat. "Ini wake up call bagi kita. Jangan sampai kita tertinggal lebih jauh, apalagi fiskal kita sedang berat," tegas Gus Irawan.


Semangat kolaborasi lintas sektor pun menguat. PT Bank Sumut hadir sebagai mitra strategis, siap mendukung sistem transaksi non tunai yang aman dan terintegrasi. "Bank Sumut berkomitmen jadi bagian dari percepatan pembangunan dan ekonomi digital Tapsel," ujar Hadi Sucipto, Direktur Pemasaran Bank Sumut.


Sementara Kepala BPKPAD Tapsel, M. Frananda, mengungkapkan bahwa sebagian besar OPD, kecamatan, hingga kelurahan sudah menerapkan CMS (Case Management System). Namun, tantangan kini terletak pada sektor pendidikan dan kesehatan yang masih bergantung pada transaksi tunai.


Tak sekadar bicara data dan sistem, acara ini juga menyentuh sisi kemanusiaan. Unit Pengumpul Zakat Bank Sumut menyerahkan beasiswa, perlengkapan belajar untuk 33 siswa, serta zakat senilai Rp81 juta bagi sekolah-sekolah di Sipirok. Sebuah momentum yang menunjukkan bahwa digitalisasi dan kepedulian sosial bisa berjalan beriringan.


Acara turut dihadiri Wakil Bupati Tapsel, perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Direksi Bank Sumut, para pimpinan OPD, camat, kepala desa, kepala sekolah, kepala puskesmas, dan lurah se-Tapsel. Semua bersatu dalam satu tekad: membawa Tapsel lebih cepat menjemput masa depan.(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: