POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL — Sekolah Alam Penghafal Al-Qur’an Al Hijrah Bintuju kembali menggelar salah satu program unggulannya yang dinanti setiap tahun: Munaqosah Tahfizh Al-Qur’an. Kegiatan ini bukan sekadar evaluasi rutin, melainkan sebuah proses ilmiah dan spiritual yang merefleksikan ikhtiar mendalam dalam membentuk generasi Qur’ani yang kokoh secara intelektual dan emosional.
Dilaksanakan mulai 13 hingga 24 Juni 2025, munaqosah ini diikuti oleh seluruh santri dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP, hingga SMA yang berada di akhir masa pembelajarannya (kelas 6, 9, dan 12). Mereka diuji secara menyeluruh—bukan hanya pada aspek kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas bacaan, ketepatan tajwid, kelancaran sambungan ayat, serta penghayatan terhadap makna dan adab tilawah.
“Ini bukan ujian biasa. Ini adalah tonggak penting dalam perjalanan spiritual dan akademik santri,” ujar Ustazah Zubaidah, penguji utama untuk santriwati, yang merupakan seorang hafizhah dan pendidik senior dal tahfizh Qur'an. Untuk santri putra, ujian dipimpin oleh Ustaz Musa Ihwansyah di Masjid Annur Asrama Putra Al Hijrah Aek tuhul Kota Padangsidimpuan, yang dikenal dengan pendekatan pedagogis berbasis empati dan kedisiplinan.
Dalam suasana khidmat, para santri menampilkan hafalan terbaiknya, mulai dari 5 hingga 15 juz. Proses ini bukan hanya menjadi bukti pencapaian personal, tetapi juga mencerminkan keberhasilan sistem pembinaan tahfizh yang terintegrasi antara sekolah dan keluarga. Peran aktif orang tua dalam murojaah harian turut memberi kontribusi signifikan terhadap kekuatan hafalan anak-anak.
Kegiatan ini dinilai memiliki dimensi pembentukan karakter yang mendalam. Munaqosah tidak hanya menguji memori, melainkan membentuk kepribadian Qur’ani—menumbuhkan kejujuran, ketekunan, tanggung jawab, dan spiritualitas yang luhur. “Al-Qur’an adalah cahaya kehidupan. Siapa yang menjaganya, akan dijaga oleh-Nya. Dan kita ingin anak-anak kita menjadi penjaga cahaya itu,” ungkap Kepala SMA Al Hijrah, Azam Marpaung, didampingi Kepala SMP Karina Indah Putri, S.Pd, dan Kepala MI Ustazd Lazwardi, S.Pd.
Munaqosah ini juga berperan sebagai laboratorium pendidikan Qur’ani yang sistematis dan terukur. Dari sisi kurikulum, Al Hijrah Bintuju menerapkan pendekatan berbasis evidence-based practice, di mana capaian santri dianalisis untuk penguatan program dan metode tahfizh ke depan.
Antusiasme tinggi tampak dari para peserta. Meski beberapa tampak gugup di hadapan penguji, semangat mereka tetap menyala. Ini membuktikan bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan semata proses hafalan, tetapi transformasi jiwa yang memerlukan dedikasi dan cinta.
Dengan berlangsungnya munaqosah ini, Al Hijrah Bintuju menegaskan posisinya sebagai Sekolah berbasis Alam dengan menjadikan Alqur'an sebagai referensi utama dari semua pembelajaran . Sehingga sekolah ini juga disebut sebagai Sekolah Alam Penghafal Al Qur'an ( SAPA) Alhijrah. Pendidikan Qur’ani di wilayah Tapanuli Selatan, yang tidak hanya mengedepankan hafalan, tetapi juga integritas, kecintaan terhadap ilmu, dan pembentukan karakter sejak dini. Di tengah arus globalisasi nilai, langkah ini menjadi bentuk nyata dari ikhtiar membangun generasi yang siap menjadi rahmat bagi semesta.(PS/BERMAWI)
