POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN – Pelaksanaan hari pertama Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMAN 3 Padangsidimpuan, Senin (4/8/2025), berlangsung dalam suasana tertib, fokus, dan penuh antusiasme. Sebanyak 45 siswa kelas XI dari berbagai jurusan mengikuti asesmen dalam dua sesi terjadwal. Ujian ini menjadi momen penting untuk mengukur tidak hanya aspek kognitif siswa, tetapi juga karakter dan lingkungan belajar yang mendukung proses pendidikan.
ANBK merupakan bagian dari agenda besar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam mewujudkan sistem pendidikan yang adaptif dan berbasis bukti. Melalui pengukuran literasi membaca, numerasi, survei karakter, dan survei lingkungan belajar, asesmen ini bertujuan menghasilkan data holistik yang merefleksikan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Kepala SMAN 3 Padangsidimpuan, Drs. Kardan Nasution, menyampaikan bahwa pelaksanaan hari pertama ANBK berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti. Dengan dukungan penuh dari tim teknis, pengawas ruang yang sudah terlatih, serta kesiapan infrastruktur sekolah, asesmen daring ini dapat berlangsung sesuai prosedur. “Alhamdulillah, semua berjalan sesuai rencana. Ini menunjukkan kesiapan sekolah dalam menghadapi transformasi digital dalam dunia pendidikan,” ujarnya.
Pelaksanaan asesmen literasi membaca dan survei karakter pada hari pertama menjadi indikator penting dalam membaca kecenderungan pola pikir dan nilai sosial siswa. Data ini tidak digunakan untuk menilai siswa secara individu, tetapi sebagai gambaran umum tentang efektivitas proses pembelajaran dan iklim sekolah. Dengan demikian, hasil ANBK menjadi dasar objektif dalam merancang kebijakan pendidikan di tingkat sekolah maupun nasional.
Sebelum pelaksanaan ANBK, sekolah telah melakukan berbagai persiapan sejak beberapa bulan lalu. Mulai dari simulasi teknis, pengecekan perangkat dan jaringan internet, hingga pembinaan mental dan motivasi bagi peserta asesmen. Pendekatan ini bertujuan tidak hanya untuk memastikan kesiapan teknis, tetapi juga menciptakan iklim psikologis yang positif bagi siswa agar mampu menyelesaikan soal dengan tenang dan percaya diri.
Menurut Drs. Kardan, keberhasilan ANBK tidak lepas dari sinergi semua pihak. Guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan siswa berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan asesmen ini. “Kami percaya bahwa pendidikan berkualitas lahir dari kolaborasi. ANBK ini adalah momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat komitmen kami terhadap layanan pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap perubahan,” tambahnya.
ANBK akan berlangsung hingga dua hari ke depan dengan variasi materi asesmen setiap harinya. SMAN 3 Padangsidimpuan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pendidikan berbasis data, kolaborasi, dan inovasi. Dengan semangat transformasi digital, sekolah ini berharap dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang progresif dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan. (PS/BERMAWI)
