Suasana penyambutan terasa hangat, penuh sentuhan personal. Kepala SMKN 1 Sinunukan, Henri Saputra, S.Pd, berjabat tangan erat dengan Kacabdisdik. Senyum tulus keduanya memancarkan rasa saling percaya. “Salam kolaborasi Sumut Berkah, SMK Bisa, SMK Hebat, Vokasi Menguatkan,” ujar Yeddi dengan nada bersemangat. Kalimat itu seolah menjadi percikan api semangat yang langsung menjalar ke hati seluruh warga sekolah.
Setelah penyambutan, rombongan bergerak menuju ruang guru. Tidak ada sekat formal yang kaku, suasana diskusi berlangsung santai namun sarat makna. Para pendidik menyampaikan ide, tantangan, hingga harapan untuk memajukan kompetensi siswa. Topik-topik strategis seperti penguatan kerja sama industri, pengembangan keterampilan abad 21, dan adaptasi teknologi menjadi fokus pembahasan.
Yeddi tidak sekadar memberi arahan, ia juga mendengarkan. Beberapa guru dengan penuh antusias berbagi praktik baik yang telah berjalan di Skansa Sinunukan. Program kewirausahaan yang melatih siswa berbisnis sejak dini, hingga kolaborasi industri yang membuka pintu magang luas bagi lulusan. “Sinergi antara sekolah, dunia usaha, dan pemerintah adalah nyawa dari pendidikan vokasi,” tegasnya.
Momen dramatis terjadi ketika sejumlah siswa tampil mempresentasikan karya mereka. Ada inovasi teknologi sederhana, desain kreatif, hingga produk hasil keterampilan tangan yang bernilai jual. Tatapan bangga dan senyum apresiatif Yeddi menjadi pengakuan tersendiri. “Karya kalian adalah bukti bahwa masa depan bisa kita ciptakan dari sekarang,” ucapnya dengan nada yang menggetarkan hati siswa.
Kunjungan ini tidak hanya menyentuh ranah kebijakan, tetapi juga menumbuhkan ikatan emosional. Tawa ringan terdengar di sela percakapan, menandakan adanya kedekatan yang tulus. Yeddi bahkan sempat menepuk bahu salah satu guru senior sambil berkata, “Guru yang bersemangat akan melahirkan siswa yang hebat.”
Tak hanya para guru, siswa pun merasa termotivasi. Kehadiran Kacabdisdik memberi dorongan moral yang kuat, bahwa perjuangan mereka di bangku sekolah adalah bagian dari perjalanan besar membangun bangsa. “Kami jadi lebih percaya diri menghadapi masa depan,” ungkap salah seorang siswa yang baru saja memamerkan produk kreatifnya.
Menjelang akhir kunjungan, Yeddi meninggalkan pesan yang membekas: “Pendidikan itu seperti menanam pohon. Hari ini kita menanam, kelak anak cucu kita yang akan berteduh.” Kata-kata itu seolah mengunci makna kunjungan ini — bahwa keberhasilan pendidikan adalah buah dari proses panjang yang dijalani bersama dengan konsistensi dan cinta.
SMK Negeri 1 Sinunukan, melalui kepemimpinan Henri Saputra, S.Pd, kini semakin percaya diri melangkah. Dengan semangat kolaborasi dan inspirasi yang telah ditanamkan hari itu, mereka siap meneguhkan posisi sebagai bagian dari #WeAreSkansaFamily — keluarga besar yang tak hanya mencetak lulusan kompeten, tetapi juga generasi yang menginspirasi.(PS/BERMAWI)
