PLTA Batangtoru Turut Meriahkan HUT ke-80 RI di Marancar, Hadirkan Wajah Pembangunan yang Humanis

/ Minggu, 17 Agustus 2025 / 17.55.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – MARANCAR-Suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu (17/8/2025). Bertempat di halaman SMPN 1 Marancar, ribuan masyarakat, pelajar, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perangkat pemerintahan hadir dengan wajah penuh antusias.


Di tengah semarak merah putih, kehadiran PLTA Batangtoru melalui PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), PT Synohidro, dan PT SAE menjadi perhatian tersendiri. Bukan sekadar sebagai pelaku pembangunan energi terbarukan, mereka ikut berbaur, menyatu, dan merasakan denyut kebersamaan masyarakat Marancar.


Upacara dimulai dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh pasukan Paskibra yang terdiri dari pelajar terbaik SMPN 1 Marancar. Camat Marancar bertindak sebagai inspektur upacara, sementara masyarakat memadati lapangan dengan penuh rasa bangga. Kehadiran perwakilan perusahaan di tengah barisan warga seakan menegaskan pesan bahwa pembangunan sejati tak boleh berjalan sendiri, melainkan harus tumbuh bersama dengan kehidupan sosial masyarakat.


Partisipasi PLTA Batangtoru dinilai banyak pihak sebagai bukti nyata tanggung jawab sosial. Bagi masyarakat, momen ini bukan hanya seremoni, tetapi tanda bahwa dunia usaha dapat hadir dengan wajah yang lebih humanis—menyentuh sisi emosional, kultural, dan kebangsaan. Setelah upacara, perusahaan pun ikut larut dalam keceriaan perlombaan rakyat dan hiburan sederhana yang menjadi bagian dari perayaan HUT RI.


“Bagi kami, kemerdekaan bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi bagaimana mengisinya dengan karya nyata. Kehadiran kami di Marancar hari ini adalah rasa syukur sekaligus komitmen bahwa pembangunan energi bersih harus berjalan seiring dengan kebersamaan dan budaya lokal,” ujar Arnida, perwakilan PT NSHE, dengan penuh hangat.


Kehadiran perusahaan ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Amiruddin Harahap, tokoh masyarakat Marancar, menyampaikan rasa bangganya. “Kami merasa senang karena perusahaan besar seperti PLTA Batangtoru tidak hanya hadir membangun energi, tetapi juga ikut turun ke tengah masyarakat. Hal ini membuat kami merasa lebih dekat dan dihargai,” ungkapnya.


Sementara itu, Siti Nurhaliza, siswi kelas XI SMPN 1 Marancar yang menjadi bagian pasukan Paskibra, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. “Rasanya luar biasa, bisa mengibarkan bendera merah putih di momen sebesar ini. Apalagi ada dukungan dari banyak pihak, termasuk perusahaan yang mau hadir bersama kami. Itu memberi semangat bahwa perjuangan kami sebagai pelajar juga diperhatikan,” tuturnya.


Harapan serupa disampaikan oleh Rahmat Simanjuntak, tokoh pemuda setempat. “Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di seremoni, tetapi berlanjut ke bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Dengan begitu, manfaat pembangunan benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat Marancar,” ujarnya penuh harap.


Peringatan HUT ke-80 RI di Marancar akhirnya menjadi lebih dari sekadar upacara bendera. Ia menjelma ruang kebersamaan, tempat bertemunya masyarakat dan perusahaan dalam semangat merah putih. Melalui momen ini, PLTA Batangtoru bersama PT NSHE, PT Synohidro, dan PT SAE berhasil menunjukkan wajah pembangunan yang lebih manusiawi—pembangunan yang tak hanya bicara tentang listrik dan infrastruktur, tetapi juga tentang kebersamaan, penghargaan, dan masa depan bersama.,(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: