POSKOTASUMATERA.COM- BATUBARA
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Asahan (UNA) berinovasi membantu warga Desa Suka Ramai, Kecamatan Sei Bejangkar, Kabupaten Batubara.
Melalui program sosialisasi, mereka memperkenalkan cara membuat briket dari limbah organik seperti tempurung kelapa, ampas padi, dan serbuk gergaji. Program ini bertujuan untuk mengurangi limbah sekaligus membuka peluang usaha baru.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Suka Ramai ini memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat tentang cara mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Akbar Al Farizi, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, beserta kelompok KKN nya menjelaskan bahwa briket merupakan solusi yang ramah lingkungan dan ekonomis untuk menggantikan bahan bakar konvensional.
Manfaat Briket untuk Masyarakat
Menurut Akbar, briket menawarkan banyak manfaat, di antaranya:
Mengurangi Ketergantungan Bahan Bakar Konvensional: Briket bisa menjadi alternatif yang terjangkau pengganti gas elpiji dan kayu bakar, membantu menghemat pengeluaran rumah tangga.
Pemanfaatan Limbah: Mengubah limbah organik yang selama ini terbuang menjadi bahan bakar yang bermanfaat.
Peluang Usaha Baru: Produksi briket berpotensi menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru yang meningkatkan perekonomian lokal.
Energi Ramah Lingkungan: Briket menghasilkan asap lebih sedikit dibandingkan kayu bakar, menjadikannya pilihan yang lebih bersih dan aman.
Proses Pembuatan yang Sederhana
Mahasiswa KKN juga mempraktikkan langsung proses pembuatan briket yang mudah diikuti, dengan langkah-langkah sederhana:
Pengumpulan Bahan: Mengumpulkan limbah organik.
Pengarangan: Membakar bahan hingga menjadi arang.
Penghalusan: Menumbuk arang hingga halus.
Pencampuran: Mencampur arang halus dengan perekat alami dari tepung kanji dan air panas.
Pencetakan: Mencetak campuran menjadi bentuk padat.
Pengeringan: Menjemur briket hingga kering dan siap digunakan.
Akbar berharap kegiatan ini akan mendorong masyarakat untuk mengembangkan keterampilan ini menjadi peluang usaha.
Kepala Desa Anwar Manurung, menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan KKN ini. "Inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Desa Suka Ramai menuju desa mandiri energi yang berdaya dan berkelanjutan,"pinta Anwar.
(PS/SAUFI)

