POSKOYASUMATERA.COM-TAPSEL-Dalam rangka mendukung optimalisasi kebijakan lima hari sekolah di SMA/SMK/SLB Sumatera Utara sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/435/KPTS/2025 tanggal 9 Juli 2025, SMA Negeri 1 Angkola Barat mengambil langkah inovatif dengan menerapkan pelaksanaan shalat zuhur/ibadah siang bagi seluruh siswa secara sistematis dan terukur.
Kepala SMA Negeri 1 Angkola Barat menegaskan bahwa salah satu keuntungan nyata dari penerapan lima hari sekolah adalah terciptanya pola makan siang yang lebih teratur serta pelaksanaan shalat zuhur yang berlangsung secara bersama-sama. Waktu istirahat kedua yang dialokasikan sekitar satu jam untuk ISHOMA (istirahat, sholat, dan makan) dinilai sebagai momentum penting. Jika tidak dikelola dengan baik, waktu ini bisa berpotensi menimbulkan aktivitas negatif. Karena itu, sekolah memastikan agar siswa tetap berada dalam aktivitas positif, produktif, dan terpantau.
Sebagai bentuk terobosan, SMA Negeri 1 Angkola Barat memperkenalkan Kartu 3 in 1, sebuah kartu multifungsi yang tidak hanya berlaku sebagai kartu pelajar dan kartu perpustakaan, tetapi juga berfungsi sebagai kartu monitor shalat zuhur. Melalui pemindaian barcode, pelaksanaan shalat siswa langsung tercatat dalam aplikasi “Absensi Shalat Zuhur v.11” yang dirancang dengan teknologi koding dan kecerdasan artifisial (KKA) dan menjadi karya inovatif kepala SMA Negeri 1 Angkola Barat Salamat Siregar, S.Pd, M.Si.
Inovasi ini membuahkan hasil yang membanggakan. Berdasarkan data sekolah, tingkat ketaatan siswa dalam melaksanakan shalat zuhur meningkat signifikan hingga 83,25%. Lebih dari itu, frekuensi ibadah siswa kini dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi yang terintegrasi dengan website resmi sekolah www.sman1angkolabarat.sch.id. Para wali kelas maupun guru dapat dengan mudah melihat perkembangan spiritual siswa mereka setiap harinya.
“Inovasi ini bukan hanya soal absensi, tetapi juga bagian dari upaya pembiasaan positif yang berkelanjutan. Kami ingin siswa terbiasa mengisi waktunya dengan hal-hal yang bermanfaat, disiplin, dan bernilai ibadah,” ujar Kepala SMA Negeri 1 Angkola Barat.
Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan implementasi lima hari sekolah, sekaligus menanamkan nilai karakter dan kedisiplinan melalui pendekatan yang modern dan kreatif.(PS/BERMAWI)
