World Cleanup Day 2025 di Desa Sialogo: Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih

/ Sabtu, 20 September 2025 / 19.30.00 WIB


 

POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Desa Sialogo, Kecamatan Angkola Barat, menjadi salah satu lokasi pelaksanaan World Cleanup Day (WCD) Tahun 2025 di Kabupaten Tapanuli Selatan. Aksi bersih lingkungan ini dilaksanakan pada Jumat, 19 September 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut berlangsung di sekitar saluran air, selokan, dan gorong-gorong jalan lintas kabupaten yang selama ini berfungsi vital sebagai penunjang kebersihan dan kelancaran arus air.


Pelaksanaan aksi bersih di Desa Sialogo mendapat dukungan luas dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintah. Tercatat sebanyak 30 orang hadir dan ikut serta dalam kegiatan gotong royong ini. Kehadiran masyarakat tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga memperlihatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan fasilitas umum sebagai bagian dari kesehatan ekosistem desa.


Selain masyarakat, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Hadir Kepala Perpustakaan Kabupaten Tapanuli Selatan, Camat Angkola Barat Muhammad Thohir Pasaribu, S.Sos, serta Kepala Desa Sialogo Junior Franky Siregar bersama aparatur desa. Kolaborasi lintas sektor tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan agenda global World Cleanup Day di tingkat lokal.


Kepala Desa Sialogo, Junior Franky Siregar, menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi warga yang dengan penuh semangat mengikuti kegiatan. Menurutnya, aksi bersih lingkungan bukan hanya agenda tahunan, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap kualitas hidup dan keberlanjutan desa. Ia menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan sama pentingnya dengan membangun infrastruktur, karena lingkungan yang sehat merupakan fondasi kesejahteraan masyarakat.


Sementara itu, Camat Angkola Barat Muhammad Thohir Pasaribu, S.Sos menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat. Ia menambahkan bahwa WCD 2025 diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, meskipun peserta berjumlah terbatas, dampak yang dihasilkan akan meluas apabila semangat ini ditularkan ke desa-desa lain di wilayah Angkola Barat.


Dari sisi ilmiah, kegiatan membersihkan selokan dan gorong-gorong memiliki peranan signifikan dalam pencegahan banjir, pengendalian penyakit, serta menjaga kelestarian air tanah. Selokan yang bersih memungkinkan aliran air lebih lancar, mengurangi risiko genangan yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab penyakit demam berdarah. Hal ini membuktikan bahwa gerakan sederhana seperti gotong royong memiliki dampak besar terhadap kesehatan publik dan ekosistem.


World Cleanup Day 2025 di Desa Sialogo menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparatur desa, dan masyarakat, aksi bersih lingkungan ini bukan hanya menghasilkan desa yang lebih bersih, tetapi juga membangun kesadaran ekologis bersama. Dengan langkah ini, Desa Sialogo telah menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan adalah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: