World Cleanup Day 2025 di Desa Sitaratoit: Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih

/ Sabtu, 20 September 2025 / 17.53.00 WIB



 
POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Desa Sitaratoit, Kecamatan Angkola Barat, menjadi pusat perhatian pada peringatan World Cleanup Day (WCD) tahun 2025. Kegiatan gotong royong yang berlangsung meriah ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari perangkat desa, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat setempat. Fokus utama kegiatan adalah membersihkan parit jalan serta merapikan rumput liar di pinggir jalan, sebagai langkah nyata menciptakan lingkungan sehat dan bebas dari potensi banjir, Sabtu (20/9/2025).


Kepala Desa Sitaratoit, Mansuruddin Rambe, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan. Menurutnya, kondisi drainase dan ruang terbuka publik harus selalu dijaga agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar tanpa hambatan akibat sampah atau genangan air. “Kegiatan World Cleanup Day ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan atau seremonial semata, melainkan bukti nyata kepedulian kita bersama terhadap lingkungan. Drainase, parit, dan ruang publik harus selalu bersih agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa hambatan sampah ataupun genangan air. Karena itu, saya mengajak seluruh warga Desa Sitaratoit untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari,” ujar Kepala Desa Sitaratoit, Mansuruddin Rambe, M.Pd.


Camat Angkola Barat, Muhammad Thohir Pasaribu, S.Sos, turut hadir langsung dan memberikan apresiasi atas semangat kebersamaan warga Desa Sitaratoit. Menurutnya, World Cleanup Day adalah momentum global yang harus dimaknai secara lokal dengan aksi nyata membersihkan lingkungan sekitar. Ia juga mengingatkan bahwa kebersihan merupakan faktor penentu kualitas hidup masyarakat serta menjadi indikator keberhasilan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa maupun kecamatan.


Turut hadir pula Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Tapanuli Selatan yang memberi dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Kehadiran unsur lintas sektor tersebut menegaskan bahwa kebersihan bukan hanya urusan lingkungan semata, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas pendidikan dan pola pikir masyarakat. Lingkungan yang bersih diyakini dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan meningkatkan produktivitas warga.


Dari perspektif ilmiah, kegiatan gotong royong ini memiliki dampak ekologis yang signifikan. Pembersihan parit dapat memperlancar aliran air, mengurangi risiko banjir, serta mencegah berkembang biaknya vektor penyakit seperti nyamuk Aedes aegypti. Sementara itu, pemangkasan rumput liar di pinggir jalan tidak hanya memperindah tata ruang desa, tetapi juga meningkatkan keamanan lalu lintas dengan memperjelas pandangan pengguna jalan.


Selain manfaat lingkungan, kegiatan ini juga memperkuat aspek sosial. Gotong royong terbukti menjadi media efektif dalam mempererat solidaritas antarwarga. Kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat memperlihatkan sinergi positif yang mampu mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin terkait lingkungan bersih, kesehatan, dan kemitraan.


Dengan demikian, World Cleanup Day 2025 di Desa Sitaratoit bukan hanya sekadar gerakan membersihkan sampah, melainkan sebuah langkah ilmiah dan strategis dalam membangun kesadaran kolektif. Momentum ini diharapkan dapat menular ke desa-desa lain di Kabupaten Tapanuli Selatan, sehingga tercipta budaya kebersihan yang berkelanjutan dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

(PS/BERMAWI)




Komentar Anda

Terkini: