Bank Desa Hutaraja Jadi Penopang Harapan Menjelang Natal dan Tahun Baru, Menabung Bareng Warga hingga Saldo Tembus Rp70 Juta

/ Minggu, 23 November 2025 / 22.17.00 WIB

Kepala Desa Hutaraja Kec.Tantom  Angkola Jupri Sugianto

POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL —Setiap akhir tahun, masyarakat Desa Hutaraja di Kecamatan Tano Tombangan Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, selalu berhadapan dengan keresahan yang sama: bagaimana memenuhi kebutuhan keluarga saat Natal dan Tahun Baru ketika pengeluaran meningkat, sementara pendapatan tetap. Fenomena ini kembali terasa pada 2024, dan menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Hutaraja.


Kepala Desa Hutaraja, Jupri Sugianto, menceritakan kepada awak media bahwa setiap memasuki Desember, banyak warga yang harus meminjam uang atau menjual barang berharga demi memenuhi kebutuhan perayaan, mulai dari pakaian baru untuk anak-anak hingga bahan makanan untuk acara keluarga. “Kalau tidak dicicil dari jauh hari, masyarakat pasti kewalahan,” ujarnya.


Dari keprihatinan itulah lahir sebuah inovasi sederhana namun penuh nilai kebersamaan: Bank Desa Hutaraja, yang resmi diluncurkan pada Maret 2025. Lembaga ini berfokus pada simpanan sukarela warga yang ditujukan khusus untuk kebutuhan akhir tahun. Prinsipnya adalah menabung sedikit demi sedikit, tanpa paksaan, agar tidak terbebani ketika musim perayaan tiba.


Pada awalnya, respons warga tidak terlalu menggembirakan. Banyak yang masih ragu, menganggap menabung di desa bukanlah solusi atau belum memahami cara kerjanya. Namun Pemerintah Desa tidak berhenti. Mereka turun langsung ke rumah-rumah, berdialog dengan warga, menjelaskan manfaat pengelolaan keuangan sederhana, hingga meyakinkan bahwa bank desa ini dikelola secara transparan.


Usaha itu akhirnya membuahkan hasil. Memasuki April 2025, jumlah pendaftar meningkat pesat. Hingga penutupan pendaftaran, 60 Kepala Keluarga telah resmi menjadi anggota. Sejak saat itu, setoran rutin berjalan setiap bulan dengan penuh antusiasme dan rasa saling percaya.


Hasilnya pun terasa nyata. Dalam kurun April hingga Oktober 2025, total simpanan masyarakat mencapai sekitar Rp70 juta. Pemerintah Desa memperkirakan nominal itu akan mendekati Rp80 juta pada Desember 2025, menunjukkan tingginya partisipasi dan kepercayaan warga terhadap lembaga desa yang baru berusia beberapa bulan tersebut.


Dana itu sepenuhnya akan kembali kepada warga pada Desember 2025. Setiap anggota diperkirakan menerima sekitar Rp1.500.000, jumlah yang cukup besar untuk meringankan kebutuhan Natal dan Tahun Baru. Warga pun kini menyambut musim perayaan dengan lebih tenang, tanpa rasa cemas berlebihan terhadap kondisi keuangan keluarga.


Bank Desa Hutaraja bukan hanya menjadi tempat menabung, tetapi juga simbol solidaritas dan pembelajaran finansial bagi masyarakat. Inovasi ini membuktikan bahwa solusi berbasis kebutuhan riil dan kedekatan sosial dapat menjadi kekuatan besar dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Hutaraja kini dikenal sebagai desa yang mampu menghadirkan perubahan melalui langkah kecil namun berdampak besar..(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: