Bupati Humbang Hasundutan Pimpin Rapat Darurat Penanganan Bencana Di Tano Tubu

/ Jumat, 28 November 2025 / 11.37.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mengambil langkah cepat menyikapi bencana alam yang melanda sejumlah kecamatan. Pada Jumat (28/11), 

Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., memimpin rapat darurat bersama BPBD, Sekretaris Daerah Christison Marbun, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di Kompleks Perkantoran Tano Tubu, Jalan Doloksanggul–Siborongborong Km 2,2.

Rapat tersebut digelar untuk memperkuat koordinasi, mempercepat proses evakuasi, serta memastikan bantuan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak, termasuk daerah terpencil yang hingga kini masih sulit diakses akibat longsor dan banjir susulan.

Dalam rapat, Bupati Oloan menerima laporan teknis terbaru dari BPBD, Dinas PUTR, dan OPD terkait mengenai kondisi akses jalan, jumlah warga terdampak, kesiapan logistik, serta kebutuhan alat berat untuk pembukaan jalur.

Bupati menegaskan bahwa seluruh desa harus mendapat penanganan tanpa terkecuali. Ia meminta setiap OPD bekerja simultan dan responsif, serta menjaga komunikasi aktif dengan petugas di lapangan.

“Saya minta seluruh tim menajamkan patroli dan memperkuat komunikasi. Daerah yang belum tersentuh bantuan harus segera diprioritaskan,” ujar Bupati.

BPBD melaporkan bahwa beberapa desa masih berpotensi mengalami longsor susulan akibat tingginya curah hujan. Sejumlah jalan kabupaten juga terputus sehingga distribusi bantuan harus melalui jalur alternatif dan menggunakan kendaraan khusus.

Sekda Christison Marbun menjelaskan bahwa pemerintah memusatkan seluruh penyaluran bantuan di posko utama untuk mencegah tumpang tindih distribusi. “Setiap kebutuhan harus tercatat, setiap bantuan harus tersalurkan dengan benar. Kita tidak boleh lengah,” tegasnya.

Bupati menekankan urgensi pembukaan akses jalan menuju desa terdampak maupun fasilitas kesehatan. Alat berat telah disiagakan dan siap bergerak begitu kondisi cuaca memungkinkan.

Tim evakuasi juga diminta menambah titik patroli guna mencegah jatuhnya korban tambahan. Pemerintah membahas penguatan early warning system untuk masyarakat yang bermukim di lereng dan bantaran sungai.

Setiap OPD diwajibkan mengirimkan pembaruan data bencana secara berkala langsung ke pusat komando yang dipusatkan di Tano Tubu.

Melalui rapat tersebut, Bupati Oloan meminta masyarakat di wilayah yang belum terjangkau bantuan agar tetap tenang. Ia memastikan seluruh tim bekerja maksimal di lapangan. “Kami memahami kepanikan masyarakat. Namun kami bekerja siang dan malam untuk memastikan seluruh warga mendapat perhatian,” ujarnya.

Ia juga mengajak tokoh adat, organisasi masyarakat, serta perangkat kecamatan untuk membantu memperlancar komunikasi antara warga dan posko bencana.

Dokumentasi menunjukkan bahwa rapat berlangsung intens dan fokus pada tindakan operasional. Berbagai perangkat digital seperti peta, laporan cuaca, dan data pengungsi menjadi dasar pengambilan keputusan.

Rapat menghasilkan beberapa instruksi utama: percepatan pembukaan akses jalan yang terputus, pemenuhan kebutuhan pengungsi secara terukur dan terkoordinasi, penambahan personel evakuasi di titik rawan, pembaruan data bencana setiap 3 jam ke pusat komando, pemetaan ulang potensi bencana susulan.

Langkah taktis tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana dan memastikan keselamatan masyarakat di seluruh wilayah Humbang Hasundutan. (PS/BN) 

Komentar Anda

Terkini: