![]() |
| Foto : Bupati Humbahas Dr.Oloan P.Nababan,SH.MH dan Plt.Dinas Pendidikan Martahan Panjaitan turut membantu evakuasi korban tertimpa longsor dan bersama-sama dengan TNI-Polri |
POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan kembali menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan yang dikenal sebagai mantan prajurit Kostrad TNI-AD dengan rekam jejak disiplin dan loyalitas tinggi terhadap bangsa dan turun langsung ke lokasi kejadian untuk memberikan dukungan moral, pendampingan, serta memastikan penanganan korban berjalan optimal.
Bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan Martahan Panjaitan, Bupati hadir tidak hanya sebagai pemimpin daerah, tetapi sebagai sosok yang berdiri di garda terdepan saat warganya menghadapi masa-masa sulit.
Dalam pantauan di lapangan, Bupati Oloan Nababan tampak berinteraksi langsung dengan para korban, mendengarkan cerita mereka satu per satu, dan memastikan segala bentuk bantuan, edukasi, serta pendampingan psikososial diberikan tepat waktu. Sikapnya sederhana, tegas, namun penuh empati—ciri khas seorang mantan prajurit yang terbiasa berada dalam situasi krisis.
Langkah cepat ini bukan sekadar protokol, melainkan bukti nyata bahwa pemimpin daerah hadir untuk rakyatnya, kapan pun dan dalam kondisi apa pun.
Plt Kadis Pendidikan Martahan Panjaitan turut bergerak aktif memberikan edukasi kepada para korban dan keluarga. Ia menekankan pentingnya informasi yang benar, pendampingan mental, serta pemulihan psikologis terutama bagi anak-anak yang terdampak.
Pemerintah daerah menilai bahwa musibah tidak hanya meninggalkan dampak fisik, tetapi juga emosional, sehingga edukasi dan pendampingan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan jangka panjang.
Pengabdian Tanpa Batas dari Seorang Mantan Prajurit TNI
Sosok Bupati Oloan Paniaran Nababan dikenal luas sebagai pemimpin yang menerapkan nilai-nilai keprajuritan dalam kepemimpinannya: disiplin, keberanian, ketegasan, ketulusan, serta kesiapan berkorban demi masyarakat.
Bagi Bupati, jabatan bukan sekadar amanah administratif, melainkan panggilan perjuangan untuk melayani dan memajukan daerah yang ia cintai. Pengalamannya sebagai prajurit TNI membentuk karakter kepemimpinan yang kuat, responsif, dan selalu berada di depan saat warganya membutuhkan perlindungan atau solusi.
“Pengabdian tidak berhenti ketika melepas seragam. Pengabdian justru bertambah ketika saya dipercaya masyarakat menjadi Bupati,” demikian prinsip yang selama ini menjadi landasan langkah-langkahnya.
Kehadiran langsung Bupati di lokasi kejadian menjadi cerminan bahwa Pemkab Humbang Hasundutan menempatkan keselamatan dan ketenangan rakyat sebagai prioritas utama. Pemerintah tidak hanya bergerak dalam bentuk instruksi di kantor, tetapi hadir langsung merasakan, melihat, dan memastikan penanganan di lapangan berjalan dengan baik.
Momentum ini sekaligus mempertegas marwah seorang pemimpin daerah yang bekerja dengan hati, keberanian, dan dedikasi—sesuai jati diri seorang mantan prajurit TNI yang “tidak pernah meninggalkan medan tugas”.
Melalui kehadiran Bupati dan jajaran terkait, masyarakat diharapkan memperoleh ketenangan, kejelasan informasi, dan motivasi untuk bangkit dari kesulitan. Pemkab Humbang Hasundutan memastikan bahwa setiap korban akan mendapatkan pendampingan dan perlindungan, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, maupun pemulihan psikologis.(PS/BN)
