Bupati Humbang Hasundutan Serahkan Bantuan Sosial UEP Dan Bimbingan Sosial kepada 77 Warga Penerima Manfaat

/ Selasa, 25 November 2025 / 07.34.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan sosial dan ekonomi. Komitmen itu kembali diwujudkan melalui penyerahan Bantuan Sosial Bimbingan Sosial dan Bantuan Sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang diserahkan langsung oleh Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH., MH, pada Senin, 24 November 2025, bertempat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan.

Acara berlangsung hangat dan penuh semangat, dihadiri para penerima manfaat, tokoh masyarakat, Camat, serta jajaran Dinas Sosial. Suasana kekeluargaan terpancar jelas ketika satu per satu penerima bantuan dipanggil untuk menerima dukungan yang diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi.

Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinas Sosial, Ober Lampos Marganda Munthe, SH., MM, mengungkapkan bahwa total 77 penerima manfaat mendapatkan bantuan tersebut. Rinciannya meliputi: 57 penerima Bantuan Sosial Bimbingan Sosial, masing-masing menerima Rp2.000.000 dan 20 penerima Bantuan Sosial Modal UEP, masing-masing menerima Rp8.500.000 sebagai modal usaha produktif.

Ober menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk mendorong masyarakat lebih berdaya. Bantuan diberikan kepada warga yang dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan usaha kecil maupun memperbaiki kondisi sosial keluarga.

“Harapan kita, bantuan ini menjadi pemicu perubahan. Masyarakat tidak hanya menerima bantuan untuk kebutuhan sesaat, tetapi benar-benar memanfaatkannya sebagai modal untuk memperbaiki ekonomi keluarga,” ujar Ober.

Dalam sambutannya, Bupati Oloan Nababan menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin hanya memberikan bantuan tanpa arah. Karena itu, ia meminta peran aktif Camat, Kepala Desa, dan pendamping sosial agar memastikan bantuan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.

“Kita ingin bantuan ini memberikan dampak nyata. Jangan digunakan untuk hal-hal konsumtif yang tidak produktif. Dengan pendampingan, masyarakat bisa berkembang, bahkan menjadi contoh bagi warga lainnya,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pendamping sosial, dan masyarakat agar program pemberdayaan ini berjalan maksimal. Menurutnya, pemerintah memberikan dukungan berupa modal, namun keberhasilan program sangat ditentukan oleh kesungguhan dan komitmen para penerima manfaat dalam mengelola bantuan.

Bupati Oloan menyampaikan bahwa bantuan sosial ini merupakan bagian dari kebijakan jangka panjang pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi.

“Kami berharap masyarakat makin mandiri, makin kuat, dan tidak selamanya bergantung pada bantuan. Jika bantuan ini dikelola dengan baik, maka usaha kecil mereka dapat berkembang dan menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujar Bupati.

Ia menambahkan bahwa Pemkab Humbang Hasundutan akan terus memperluas program pemberdayaan, termasuk pelatihan keterampilan, bimbingan usaha, dan penguatan kapasitas masyarakat.

Sebagai perwakilan penerima manfaat, Desima Siregar menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bupati dan jajaran pemerintah. Dengan suara yang sedikit bergetar menahan haru, ia mengatakan bahwa bantuan ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga harapan baru bagi keluarganya.

“Bantuan ini sangat membantu saya dalam menjalankan usaha kecil yang sudah lama saya bangun. Selain untuk modal, ini juga membantu kami memenuhi kebutuhan sekolah anak dan kebutuhan rumah tangga,” ungkapnya.

Para penerima bantuan lainnya juga terlihat antusias. Banyak di antara mereka yang berencana menggunakan bantuan untuk memperbesar usaha dagang, beternak, atau mengembangkan usaha rumahan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada beberapa penerima manfaat, disaksikan langsung oleh jajaran pemerintah daerah dan undangan yang hadir. Setelah penyerahan simbolis, bantuan kemudian disalurkan melalui mekanisme yang telah ditetapkan oleh Dinas Sosial untuk memastikan transparansi dan ketepatan sasaran.

Acara ditutup dengan pemberian arahan teknis mengenai cara memanfaatkan dan mengelola bantuan agar benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. (PS/BN)


Komentar Anda

Terkini: