Kedatangan Bupati tidak sekadar simbolis. Ia meninjau kondisi pasien satu per satu, mendengarkan laporan dokter, memastikan ketersediaan obat, fasilitas perawatan, hingga sistem rujukan apabila ada korban yang membutuhkan tindakan lanjutan di rumah sakit besar. “Tidak boleh ada korban yang terabaikan. Pemerintah hadir, lengkap, dan bertanggung jawab. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegas Bupati Oloan Nababan di sela kunjungan.
Kehadiran Bupati memberi penguatan moril kepada keluarga korban yang masih berada dalam kondisi trauma akibat longsor dan banjir yang menerjang Desa Panggugunan.
Sejak curah hujan ekstrem melanda kawasan Humbang Hasundutan, Bupati Oloan Nababan berada dalam agenda kerja yang sangat padat. Mulai dari koordinasi pembukaan akses jalan Pakkat–Doloksanggul yang lumpuh akibat longsor, memimpin evakuasi warga di titik rawan susulan, hingga memastikan bantuan logistik tersalurkan tepat sasaran.
Sementara sebagian daerah masih tertutup material longsor, Bupati terus menginstruksikan:
- percepatan pengerahan alat berat,
- penguatan posko terpadu,
- pencarian warga hilang,
- serta peningkatan pengamanan di daerah rawan tebing.
Kunjungan ke RSUD Dolok Sanggul menjadi bagian dari rangkaian panjang aktivitas lapangan yang dikejar Bupati sejak dini hari. “Kita tidak hanya fokus pada infrastruktur, tapi juga pada aspek kemanusiaan. Setiap nyawa sangat berharga,” ujar Bupati.
Dalam kunjungan itu, Bupati menyampaikan penghargaan khusus kepada dokter, perawat, paramedis, sopir ambulans, dan seluruh tim RSUD Dolok Sanggul yang bekerja di bawah tekanan akibat meningkatnya jumlah korban. “Mereka adalah ujung tombak kita. Kita bangga pada dedikasi tenaga kesehatan yang bekerja tanpa lelah,” katanya.
Bupati juga mendorong agar RSUD memperkuat pelayanan trauma, konseling psikologis, dan menambah tenaga pendukung bila diperlukan.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan telah mengamankan sumber daya untuk:
- evakuasi lanjutan di titik longsor,
- pengiriman logistik termasuk makanan dan bantuan darurat,
- penilaian cepat kerusakan rumah dan fasilitas umum,
- pendataan warga yang membutuhkan hunian sementara,
- serta penanganan khusus bagi anak-anak dan lansia.
BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, TNI/Polri, camat, hingga perangkat desa bekerja dalam sistem komando yang terkoordinasi di bawah arahan Bupati.
Pemerintah daerah juga terus memantau potensi hujan ekstrem dan meningkatkan sistem peringatan dini kepada warga agar siap evakuasi ketika situasi memburuk.
Bencana beruntun yang terjadi tidak hanya menjadi perhatian tingkat kabupaten, tetapi juga menarik perhatian pemerintah pusat dan berbagai lembaga kemanusiaan nasional.
Bupati Oloan mengajak seluruh masyarakat Humbang Hasundutan untuk tetap waspada, tidak menyepelekan tanda-tanda alam, dan segera melapor apabila melihat potensi bahaya. “Kita menghadapi cuaca ekstrem yang tidak bisa diprediksi. Mari saling menjaga, saling mengingatkan, dan utamakan keselamatan,” ujar Bupati.
Kepemimpinan Bupati Oloan Nababan dalam situasi bencana mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Respons cepat, kehadiran langsung di lapangan, dan komunikasinya yang konsisten dianggap membantu mencegah jatuhnya korban lebih banyak.
Di tengah ancaman cuaca ekstrem, aktivitas padat, dan tekanan psikologis yang dihadapi warga, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah:
“Kami tidak akan meninggalkan rakyat dalam kondisi apa pun. Seluruh jajaran bekerja siang dan malam untuk memastikan Humbang Hasundutan tetap kuat, tetap bersatu, dan tetap bangkit.” (PS/BN)
