POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN — Di tengah hiruk pikuk kehidupan pelajar masa kini, sebuah cerita inspiratif datang dari Kecamatan Batangangkola. Deby Cantika Simorangkir, siswi kelas XI-4 SMAN 1 Batangangkola, berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai Juara 3 Duta Siswa Berbakat se-Kabupaten Tapanuli Selatan. Prestasi ini tidak sekadar kemenangan dalam sebuah ajang lomba, namun menjadi potret harmonisnya hubungan antara pendidikan, keluarga, dan lingkungan sosial yang membentuk karakter seorang remaja.
Ajang yang digelar oleh Dinas PPPA Tapanuli Selatan dalam rangka HUT Tapsel ke-75 ini bukan lomba biasa. Di dalamnya, setiap peserta ditantang untuk menunjukkan bakat, kecerdasan emosional, kemampuan berkomunikasi, serta kepekaan terhadap isu-isu sosial. Bagi Deby, proses ini menjadi ruang pembuktian bahwa generasi muda mampu hadir dengan karakter kuat dan pemikiran yang matang.
Dalam proses seleksi yang berlangsung ketat, Deby bersaing dengan Ratusan pelajar dari berbagai sekolah. Ia tampil percaya diri, menguasai materi, menunjukkan bakat seni, dan menyampaikan gagasan-gagasan tentang peran anak muda dalam membangun lingkungan yang ramah anak. Penilaian yang komprehensif membuat keberhasilan ini terasa begitu layak, sekaligus mencerminkan kerja keras yang telah ia bangun.
Di balik panggung prestasi itu, ada sosok keluarga yang terus membersamai Deby. Usai menerima penghargaan, ia tampak didampingi ayah tercinta, Patar Kurnia Simorangkir—Kepala Desa Hurase, dan ibunda tercinta yang dengan bangga menatap pencapaian putri mereka. Kehadiran orang tua bukan hanya wujud dukungan, tetapi juga simbol bahwa perjalanan seorang anak menuju impian tidak pernah terlepas dari kasih sayang, pendampingan, dan rasa aman yang dibangun oleh keluarga.
Kajian pendidikan modern menunjukkan bahwa kehadiran dan keterlibatan keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap tumbuhnya motivasi serta kreativitas peserta didik. Dalam konteks itulah prestasi Deby menjadi relevan: ia tumbuh dalam lingkungan yang memberi ruang bagi bakatnya untuk berkembang, sekaligus diberi landasan emosional yang kuat untuk berani tampil dan bersaing.
Kepala SMAN 1 Batangangkola, Drs Khairunnas, bersama para guru turut menyampaikan apresiasi atas prestasi Deby. Mereka melihat capaian ini sebagai inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengasah kemampuan. Sekolah berkomitmen menyediakan ruang pembelajaran yang menumbuhkan bakat, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang memprioritaskan potensi individu siswa.
Prestasi Deby diharapkan menjadi suluh bagi remaja Tapanuli Selatan. Di era yang penuh tantangan, pelajar bukan hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial, kreativitas, dan keberanian mengekspresikan potensi diri. Melalui ajang seperti Duta Siswa Berbakat, pemerintah daerah berupaya membangun generasi yang tangguh dan berkarakter—dan Deby telah membuktikan bahwa setiap mimpi dapat terwujud ketika usaha, dukungan, dan kesempatan bertemu dalam satu titik.(PS/BERMAWI)

