Desa Perkebunan Hapesong Wujudkan Ketahanan Pangan: Tanam Jagung di Lahan LebihLebih Kurang 1 Hektare Jadi Awal Kemandirian Ekonomi Desa

/ Rabu, 12 November 2025 / 10.08.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – BATANGTORU — Di tengah semangat membangun desa yang mandiri dan berdaya saing, Pemerintah Desa Perkebunan Hapesong, Kecamatan Batangtoru, menggelar program penanaman jagung di lahan seluas sekitar 1 hektare, pada Rabu (22/10/2025). Program ini bukan sekadar kegiatan pertanian biasa, melainkan bagian dari langkah strategis desa dalam memperkuat ketahanan pangan dan membuka jalan menuju kemandirian ekonomi masyarakat.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa, yang bersama-sama menunjukkan komitmen untuk mendukung keberlanjutan program ini. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi simbol semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dan aparat dalam membangun desa dari akar rumput. Dukungan teknis dari Dinas Pertanian diharapkan mampu memberikan bimbingan mulai dari tahap budidaya hingga panen, agar hasil yang diperoleh sesuai dengan potensi maksimal lahan.


Dalam sambutannya, Kepala Desa Perkebunan Hapesong, Bambang Hermanto, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kemandirian pangan. “Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama dalam menjaga ketahanan pangan. Jagung ini bukan hanya tanaman, tapi simbol kemandirian dan kerja keras warga Hapesong,” ujarnya penuh semangat. Ia juga menambahkan bahwa program ini akan terus berlanjut dan dikembangkan dengan melibatkan kelompok tani serta generasi muda desa.


Dari sisi ilmiah, jagung (Zea mays L.) dikenal sebagai tanaman yang memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi lingkungan tropis serta bernilai ekonomi strategis. Dengan produktivitas nasional yang dapat mencapai 5–6 ton per hektare, jagung menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu menopang ketahanan pangan nasional. Maka, inisiatif Desa Hapesong untuk mengembangkan tanaman ini menjadi bukti bahwa inovasi dan kesadaran ilmiah dapat dimulai dari tingkat desa.


Lebih dari sekadar upaya menanam, kegiatan ini juga menumbuhkan kembali nilai-nilai sosial dan kebersamaan antarwarga. Masyarakat bergotong royong, bahu-membahu menyiapkan lahan, menanam bibit, dan berbagi pengalaman dalam teknik bercocok tanam modern. Kehangatan suasana kerja di ladang menjadi cerminan nyata dari semangat kebersamaan yang masih kuat melekat di masyarakat pedesaan.


Selain itu, manfaat ekonomi dari program ini juga sangat menjanjikan. Hasil panen jagung nantinya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka peluang usaha baru di bidang pengolahan hasil pertanian, serta memperkuat rantai ekonomi lokal. Dengan begitu, Desa Perkebunan Hapesong bukan hanya menjadi penghasil jagung, tetapi juga pelopor ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.


Dengan semangat kolaboratif dan visi yang jelas, Desa Perkebunan Hapesong menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar wacana, tetapi gerakan nyata yang berakar dari desa. Dari lahan satu hektare yang kini hijau oleh tanaman jagung, harapan besar tumbuh: desa yang berdaulat, mandiri, dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam membangun masa depan pangan Indonesia yang tangguh.((PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: