POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS ,-Musibah banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Humbang Hasundutan tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat yang terdampak.
Di tengah situasi tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Humbang Hasundutan menunjukkan kepekaan sosial dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan materi kepada para korban, bekerja sama dengan Dinas Sosial Humbahas.
Bantuan dari Disdukcapil disampaikan melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Taruli Simorangkir, yang kemudian menyalurkannya kepada warga yang terkena dampak langsung bencana. Kerja sama ini dilakukan untuk memastikan bantuan tiba tepat sasaran dan sesuai prosedur penanganan bencana yang dikoordinasikan oleh pemerintah daerah.
Kepala Dinas Dukcapil Humbahas menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan panggilan moral dan bentuk empati aparatur pemerintah terhadap masyarakat. Menurutnya, administrasi kependudukan pada dasarnya berbicara tentang manusia dan kehidupan mereka, sehingga ketika masyarakat mengalami bencana, Disdukcapil merasa bertanggung jawab untuk turut hadir.
“Kami tidak hanya bekerja mengurus dokumen, tetapi kami juga bekerja untuk manusia—untuk warga Humbang Hasundutan. Ketika mereka menghadapi masa sulit, kami pun merasa berkewajiban hadir memberi dukungan, sekalipun dalam bentuk sederhana. Inilah makna pelayanan publik yang sesungguhnya,” ungkap Kepala Disdukcapil dalam pernyataannya.
Turut hadirnya Disdukcapil dalam misi kemanusiaan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik bukan hanya tentang proses kerja birokrasi, tetapi juga tentang hati yang peduli dan tangan yang siap membantu.
Kabid Resos Dinsos Humbahas, Taruli Simorangkir, yang menerima sekaligus menyalurkan bantuan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Disdukcapil atas kepedulian mereka.
“Kerja sama ini sangat berarti. Bantuan dari Disdukcapil bukan hanya membantu pemenuhan kebutuhan warga, tetapi juga memperlihatkan bahwa instansi pemerintah di Humbang Hasundutan saling bahu-membahu dalam menghadapi bencana. Solidaritas seperti inilah yang membuat kita kuat sebagai satu daerah,” jelasnya.
Taruli menambahkan bahwa bencana tidak dapat diprediksi, tetapi kepedulian dapat selalu dihadirkan. Ia memastikan bahwa bantuan akan diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan, sesuai dengan hasil pendataan lapangan yang dilakukan oleh Dinas Sosial bersama aparatur kecamatan dan desa.
Masyarakat yang menerima bantuan menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa haru atas perhatian pemerintah. Bagi mereka, bantuan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberi dorongan semangat untuk bangkit.
“Dalam suasana duka seperti ini, perhatian pemerintah memberikan kekuatan bagi kami. Terima kasih sudah memperhatikan kami,” ungkap salah satu warga yang rumahnya terdampak longsor.
Bagi sebagian keluarga, bantuan ini menjadi pengingat bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri. Ada pemerintah, ada aparatur, ada tangan-tangan yang peduli.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui berbagai OPD menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan solidaritas sosial. Bantuan lintas instansi seperti ini diharapkan menjadi contoh bagi lembaga lainnya untuk turut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Disdukcapil juga menyampaikan bahwa kepedulian sosial akan terus menjadi bagian dari tugas moral instansi, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang inklusif dan berbasis kemanusiaan.
Dengan langkah nyata ini, pemerintah daerah berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, serta masyarakat dapat kembali bangkit dengan semangat yang lebih kuat. (PS/BN)
