Hampir 40 Jam Terjebak Longsor, Siswa SMKN 3 Padangsidimpuan Akhirnya Bisa Pulang — Tangis Haru Warnai Kepulangan

/ Kamis, 27 November 2025 / 18.07.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM — PADANGSIDIMPUAN — Setelah hampir dua hari penuh berada dalam ketidakpastian, 20 warga dan siswa SMK Negeri 3 Padangsidimpuan akhirnya menginjakkan kaki kembali di kampung halaman. Rombongan yang sebelumnya terjebak material longsor di Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan itu tiba di Kantor Wali Kota Padangsidimpuan pada Rabu (27/11/2025). Momen kepulangan mereka disambut haru oleh Plt. Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan, Rahmat Marzuki, SH, MH, CGCAE, serta sejumlah keluarga yang sudah menunggu sejak pagi.


Suasana emosional pecah ketika para siswa turun dari kendaraan. Beberapa di antara mereka terlihat memeluk orang tua dan guru pendamping sambil menahan tangis. “Kami benar-benar cemas… yang penting mereka sudah pulang dengan selamat,” ucap salah satu orang tua siswa dengan mata berkaca-kaca. Di tengah kepenatan perjalanan, rasa lega tampak jelas dari wajah para pelajar yang baru saja melalui pengalaman traumatis itu.


Rombongan tersebut sebelumnya dalam perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kota Medan. Namun, perjalanan berubah menjadi drama penyelamatan ketika longsor besar menutup total badan jalan di Desa Marsada. Puluhan kendaraan terjebak tanpa kepastian kapan akses bisa dibuka kembali. Selama hampir 40 jam, para siswa harus bertahan dalam kondisi serba terbatas, dengan makanan dan minuman yang mulai menipis serta suhu malam yang menusuk tulang.


Upaya keluar dari lokasi dilakukan dengan penuh risiko. Para korban terpaksa mencari jalan alternatif dengan menyeberangi area di sekitar titik longsor. Lumpur yang licin, bebatuan yang masih longsor kecil, serta kemiringan medan membuat proses itu penuh kecemasan. “Kami takut, tapi kami harus cari jalan supaya bisa pulang,” ujar salah satu siswa, mengenang detik-detik tegang yang mereka lalui.


Sesampainya di Kantor Wali Kota, Pemerintah Kota Padangsidimpuan langsung menyiagakan tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh rombongan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik dan mental mereka tetap stabil setelah melalui tekanan psikologis yang berat dan perjalanan panjang melewati medan ekstrem.


Dalam perjalanan menuju Padangsidimpuan, satu orang dari rombongan dilaporkan mengalami kejang. Petugas yang mendampingi segera memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasinya ke RSUD Sipirok untuk mendapatkan penanganan medis lebih intensif. Kondisinya kini dilaporkan berangsur stabil.


Pemerintah Kota Padangsidimpuan menyampaikan syukur atas selamatnya seluruh rombongan. Plt. Sekdako Rahmat Marzuki mengapresiasi kerja cepat semua pihak mulai dari petugas lapangan, tim medis, hingga relawan yang membantu proses evakuasi. “Keselamatan warga adalah prioritas utama. Pemko akan terus memantau kondisi para siswa hingga benar-benar pulih,” ujarnya.


Di balik peristiwa ini, tersimpan cerita keberanian dan ketangguhan para siswa yang harus menghadapi situasi darurat yang tidak pernah mereka bayangkan. Kepulangan mereka bukan hanya membawa rasa lega, tetapi juga menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang kapan saja—dan solidaritas adalah kekuatan terbesar dalam menghadapinya.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: