Humbang Hasundutan Perkuat Aksara Batak Dalam Dunia Pendidikan Dan Pariwisata Budaya

/ Sabtu, 08 November 2025 / 08.04.00 WIB



  Benjamin Nababan.M.M. (Plt. Dinas BKPSDM Humbang Hasundutan )

POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menegaskan komitmennya dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya lokal melalui penguatan Aksara Batak dalam dunia pendidikan dan sektor pariwisata. 

Langkah strategis ini menjadi tonggak penting untuk membangun karakter generasi muda serta memperkuat identitas budaya Batak Toba sebagai kebanggaan nasional.

Aksara Batak merupakan sistem tulisan kuno masyarakat Batak yang telah digunakan berabad-abad untuk menulis surat, naskah adat, serta teks keagamaan. Berbeda dari huruf Latin, aksara Batak bersifat silabis, setiap huruf melambangkan satu suku kata dan kaya akan makna filosofis serta nilai spiritual.

Namun seiring arus modernisasi dan globalisasi, penggunaan aksara Batak kian menurun. Huruf Latin mendominasi pendidikan dan administrasi publik, membuat aksara nenek moyang ini nyaris hilang dari keseharian masyarakat. 

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, melalui Dinas BKPSDM di bawah pimpinan Benyamin Nababan, bertekad menghidupkan kembali aksara Batak lewat kebijakan penguatan muatan lokal dalam Kurikulum Merdeka.

“Aksara Batak bukan sekadar tulisan, tetapi jati diri dan kebanggaan masyarakat Batak. Dengan memasukkannya ke kurikulum, kita sedang membangun generasi yang mengenal dan mencintai budayanya sendiri,” ujar Benyamin Nababan. Jumat, (7/11)

Kebijakan ini membuka ruang bagi sekolah-sekolah di Humbang Hasundutan untuk mengajarkan aksara Batak melalui mata pelajaran Bahasa Daerah, Seni Budaya, serta Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). 

Siswa diajak menulis nama mereka, membuat kaligrafi Batak, hingga memahami filosofi di balik ukiran gorga tradisional yang sarat makna dan nilai estetika." Salah satu contoh tulisan yang kini diperkenalkan di sekolah adalah kalimat sederhana namun sarat makna:

“Hita do anak ni Humbang Hasundutan”
(Kita adalah anak Humbang Hasundutan)

Tulisan ini mulai digunakan di sejumlah sekolah dan kantor pemerintahan di Doloksanggul sebagai simbol kebanggaan daerah. Banyak siswa kini mampu menulis nama mereka sendiri dengan aksara Batak suatu kebanggaan yang tumbuh di generasi muda Humbahas.

“Ketika anak-anak bisa menulis dalam aksara Batak, mereka bukan hanya belajar bahasa, tapi juga belajar mencintai asal-usulnya,” ujar Dina Simamora Plt. Dinas Disparpora diruang kerjanya. 

Langkah pelestarian aksara Batak tidak berhenti di ruang kelas. Pemkab Humbang Hasundutan menjadikannya bagian integral dalam pengembangan pariwisata budaya dan ekonomi kreatif. 

Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH, menilai pelestarian aksara Batak memiliki nilai strategis besar, tidak hanya untuk pendidikan, tetapi juga untuk branding pariwisata daerah.

“Aksara Batak adalah simbol peradaban. Dengan menampilkannya di tempat wisata, monumen, dan gedung pemerintahan, kita tidak hanya memperindah tampilan, tetapi memperkenalkan identitas budaya Batak Toba kepada dunia,” ujar Bupati Oloan Nababan.

Beberapa kawasan wisata seperti Baktiraja, Pollung, dan Tipang kini mulai menerapkan papan petunjuk dengan tulisan ganda huruf Latin dan Aksara Batak. 

Para pengrajin lokal pun mengembangkan produk suvenir seperti ukiran kayu, kain ulos, dan tas batik dengan motif tulisan Batak, memperkuat citra Humbang Hasundutan sebagai daerah wisata edukatif (edutourism) yang berakar pada budaya leluhur.

Contoh kalimat lain yang sering digunakan dalam promosi wisata:

“Aksara Batak do hamoraon ni Bangso.”
(Aksara Batak adalah kebanggaan bangsa.)

Tulisan ini kini terpampang di gapura, monumen, dan titik wisata budaya di Doloksanggul, menjadi pesan visual yang memadukan seni, sejarah, dan kebanggaan lokal.

Dampak pelestarian aksara Batak mulai terasa di berbagai sektor. "Dari sisi pendidikan, siswa memperoleh wawasan budaya yang lebih luas serta karakter yang berakar kuat pada nilai daerah.

"Dari sisi sosial, masyarakat semakin bangga menampilkan budayanya sendiri." Dari sisi ekonomi, aksara Batak membuka peluang industri kreatif seperti desain grafis, fesyen, dekorasi, hingga digital art.

Pemerintah daerah kini tengah menyiapkan pelatihan guru aksara Batak dan pengembangan bahan ajar digital, agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan adaptif dengan zaman. Komunitas budaya Batak juga diundang berpartisipasi dalam festival dan lomba menulis aksara Batak tingkat pelajar.

“Aksara Batak harus hidup di semua ruang , di sekolah, di rumah, di papan nama jalan, bahkan di dunia digital. Ini adalah cara kita menjaga warisan sambil membangun masa depan,” tegas Bupati Oloan Nababan.

Upaya Humbang Hasundutan menghidupkan kembali aksara Batak menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dan pariwisata bersinergi membangun peradaban lokal. Ini bukan sekadar nostalgia masa lalu, melainkan strategi masa depan yang menanamkan nilai kebangsaan dan kebanggaan identitas.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pelaku pariwisata, dan masyarakat, Humbang Hasundutan kini menapaki jalan sebagai kabupaten budaya yang menempatkan aksara Batak di pusat pembangunan karakter dan ekonomi kreatif.

Dan seperti semboyan yang menggema di seluruh penjuru Humbang Hasundutan:

“Marsangap hita!” (Tetap semangat kita!)

Tulisan sederhana ini kini menjadi simbol semangat baru semangat untuk melestarikan budaya leluhur dan menulis masa depan dengan aksara sendiri.

Lampiran Edukatif: Panduan Lengkap Aksara Batak Toba

Huruf Dasar (Induk Aksara Batak Toba)

Aksara Batak memiliki 19 huruf dasar yang mewakili suku kata konsonan + vokal “a”.

Aksara Latin Aksara Latin Aksara Latin
ha ka ga
nga pa ba
ma ta da
na sa ja
ya ra la
wa ca nya
nya (var.) nda mba

Vokal (Anak Ni Surat)

Vokal Nama Tanda Bentuk Contoh Bacaan
a ha ha
i talinga ᯀᯪ hi hi
u tompi ᯀᯮ hu hu
e talinga + tompi ᯀᯬ he he
o tompi + talinga ᯀᯯ ho ho

Tanda Mati dan Akhiran

Fungsi Nama Bentuk Contoh Bacaan
Mematikan huruf pangolat ᯂᯧ = k k
Akhiran “ng” panongonan ᯂᯩ = kang kang

Angka Batak

Angka Simbol Angka Simbol
1 6
2 7
3 8
4 9
5 0

 Contoh Kalimat : 

Horas Humbang Hasundutan
Dalam aksara Batak Toba: ᯂᯬᯒᯄᯘᯒ ᯀᯮᯔᯂᯪᯉᯖᯮᯖᯖᯉ

Aksara Batak Tanda Identitas Budaya
Dalam aksara Batak: ᯀᯔᯘᯒ ᯅᯖᯂᯔ ᯖᯉᯑ ᯆᯖᯉᯖᯪᯖ ᯅᯮᯑᯀᯪᯀ

  • Aksara Batak ditulis kiri ke kanan tanpa spasi antar kata.
  • Umum digunakan di wilayah Humbang Hasundutan, Toba, Samosir, Dairi, dan sekitarnya.
  • Kini menjadi simbol penguatan identitas lokal dan kearifan budaya Batak Toba.

Penulis : (PS/Bernardus Nababan) 

Komentar Anda

Terkini: