POSKOTASUMATERA.COM — TAPSEL — Di tengah kesibukan agenda Sidang Paripurna DPRD Tapanuli Selatan, Jumat (28/11/2025), Ketua Fraksi Golkar DPRD Tapsel, Andesmar Siregar S.Kom, memilih untuk tidak tinggal diam. Ia turun langsung ke titik-titik lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru, menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka pascabencana.
Di Desa Batu Hula, Muara Huta Raja, Desa Telo, Kelurahan Aek Pining hingga warga Desa Garoga yang mengungsi sementara di Puskesmas Batangtoru, suasana haru tampak menyambut kedatangan rombongan. Di antara tumpukan pakaian basah dan peralatan rumah tangga yang tak lagi dapat dipakai, warga mencoba mempertahankan harapan di tengah krisis yang membuat rumah, kebun, hingga mata pencaharian mereka luluh lantak.
Seorang ibu pengungsi, sambil menggendong anak balitanya yang tampak lelah, menyebut bahwa bantuan sembako ini menjadi penolong di saat mereka bahkan tidak sempat menyelamatkan kebutuhan makan sehari-hari. “Air datang begitu cepat… kami hanya sempat membawa anak-anak,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Andesmar mengatakan bahwa kunjungan ini bukan sekadar penyaluran logistik, tetapi bagian dari tanggung jawab moral untuk hadir di saat masyarakat berada dalam masa paling sulit. “Kebutuhan dasar mereka tidak boleh terputus. Stabilitas pangan adalah kunci agar mereka tetap kuat menghadapi masa pemulihan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kondisi lapangan juga memperlihatkan betapa rentannya kelompok anak-anak dan lansia, terutama setelah petugas kesehatan mencatat adanya peningkatan keluhan ISPA dan kelelahan di lokasi pengungsian.
Di tengah kunjungannya, Andesmar menyampaikan bahwa banjir berulang di Batangtoru harus menjadi alarm bersama. Selain intensitas hujan ekstrem, kondisi ekologis kawasan hulu yang labil membuat risiko bencana semakin meningkat. Ia mendorong adanya kajian ilmiah mendalam dan langkah mitigasi nyata, mulai dari penataan ruang, rehabilitasi hulu, hingga peningkatan sistem peringatan dini.
Tidak hanya datang membawa bantuan, Andesmar juga menggerakkan kader Golkar dan AMPG untuk terlibat dalam gerakan solidaritas kemanusiaan. Menurutnya, kekuatan sosial masyarakat Batangtoru dapat menjadi modal penting dalam memulihkan kehidupan warga dan mencegah risiko bencana di masa depan. “Masyarakat di sini punya semangat gotong royong yang kuat, tinggal bagaimana kita memperkuatnya,” ujarnya.
Kunjungan monitoring pascabanjir di Puskesmas Batangtoru menghadirkan suasana haru dan kepedulian mendalam ketika Andesmar Siregar datang untuk melihat langsung kondisi para korban. Di tengah ramainya antrean warga yang mencari pengobatan, ia berdialog dengan Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan, dr. Sri Khairunnisa. Percakapan keduanya bukan sekadar pembahasan teknis, tetapi menggambarkan keprihatinan bersama atas meningkatnya risiko penyakit pascabencana seperti ISPA, diare, hingga leptospirosis. Tenaga kesehatan di Puskesmas mengaku bekerja ekstra karena jumlah kunjungan warga melonjak, sementara stok obat dan alat kesehatan mulai menipis. Di ruang perawatan sederhana itu, kepedulian menjadi kekuatan utama yang menjaga pelayanan tetap berjalan bagi masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Muara Batangtoru, di mana dialog antara Andesmar Siregar dan Kepala Bappeda Tapanuli Selatan, Chairul Rizal, ST, MM, membawa nuansa harapan baru. Di tengah sisa lumpur dan puing yang belum sepenuhnya bersih, keduanya membahas pentingnya pemetaan ulang daerah rawan banjir serta strategi pembangunan yang lebih tahan bencana. Kajian ilmiah mengenai hidrologi, tata ruang, dan penguatan infrastruktur menjadi fokus utama dalam upaya menata masa depan yang lebih aman bagi warga. Pertemuan ini bukan hanya rangkaian kegiatan resmi, tetapi momentum kemanusiaan—sebuah tekad bersama untuk memastikan bahwa pengalaman pahit banjir kali ini menjadi titik balik menuju perencanaan yang lebih baik dan perlindungan yang lebih kuat bagi masyarakat Batangtoru dan sekitarnya.
Beberapa warga tampak memeluk paket bantuan yang mereka terima seperti memeluk harapan baru. Meski langkah pemulihan masih panjang, kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan berbagai pihak memberi mereka keyakinan bahwa mereka tidak berjalan sendirian menghadapi masa sulit ini.(PS/BERMAWI)


