Pasca Longsor dan Jembatan Amblas, Distribusi BBM ke Padangsidimpuan Terganggu — SPBU Mulai Kosong

/ Kamis, 27 November 2025 / 16.26.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN — Kamis (27/11/2025) menjadi hari penuh kecemasan bagi warga Kota Padangsidimpuan. Setelah longsor di wilayah Tapanuli Selatan dan amblasnya jembatan di Desa Garoga, perbatasan Tapsel–Tapteng, akses utama pengangkutan BBM dari arah Sibolga lumpuh total. Dampaknya langsung terasa: beberapa SPBU di kota mulai kehabisan stok bahan bakar sejak pagi.


Bagi sebagian orang, kelangkaan BBM mungkin sekadar informasi harian. Namun bagi warga Padangsidimpuan yang aktivitasnya sangat bergantung pada mobilitas, kondisi ini menjadi pukulan nyata. Di balik jalan yang putus dan jembatan yang amblas, ada ribuan orang yang tiba-tiba kehilangan pegangan untuk menjalani rutinitas mereka.


Di SPBU Sadabuan, sejumlah pengendara hanya bisa berdiri memandangi mesin pompa yang sudah tidak lagi berfungsi. Tak ada suara mesin, tak ada antrean kendaraan, hanya raut kecewa dan kebingungan. “Sejak pagi kosong, bang. Kami pun tak tahu kapan pasokan datang,” ujar seorang petugas SPBU, sembari menatap truk-truk pengangkut BBM yang tak kunjung masuk kota.


Pemandangan serupa terjadi di SPBU Sitamiang dan Padangmatinggi. Beberapa warga terlihat sibuk memodifikasi rencana harian mereka—mulai dari mengubah jadwal bekerja hingga membatalkan aktivitas luar rumah. Seorang ojek harian, Harun (34), terlihat mendorong sepeda motornya dari arah Jalan Sudirman. “Tiga SPBU sudah saya datangi, semuanya kosong. Hari ini saya mungkin tak bisa narik. Mau bagaimana lagi,” katanya, terengah namun tetap berusaha tersenyum.


Situasi ini menggarisbawahi bagaimana bencana alam bukan hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menghentikan denyut kehidupan masyarakat. Stok BBM yang biasanya mengalir rutin kini terhenti total. Sistem distribusi yang bergantung pada jalur darat pun seketika lumpuh—membuat setiap tetes bahan bakar terasa sangat berarti.


Para ahli mengingatkan bahwa kondisi seperti ini akan semakin sering terjadi bila infrastruktur tidak diperkuat menghadapi cuaca ekstrem dan kontur geologi yang rentan longsor. Jalan dan jembatan yang menjadi nadi distribusi energi harus dirancang lebih tangguh, karena ketika satu titik saja terputus, imbasnya dapat menjalar cepat ke seluruh wilayah.


Hingga berita ini ditulis, pemerintah daerah dan tim teknis masih berada di lokasi longsor dan jembatan amblas untuk melakukan penanganan darurat. Namun belum ada kepastian kapan jalur distribusi BBM kembali pulih. Masyarakat diimbau menghemat penggunaan bahan bakar dan bersiap menghadapi kemungkinan keterlambatan distribusi dalam beberapa hari ke depan.


Dalam situasi seperti ini, warga Padangsidimpuan saling berharap: semoga akses segera normal, dan kehidupan bisa kembali berdenyut seperti biasa.

(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: