POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL —Suasana Aula SMAN 1 Angkola Selatan pada Kamis (20/11-2025) pagi terasa hangat dan penuh semangat. Ratusan siswa tampak serius mengikuti kegiatan Gerakan Nasional dan Politik Revolusi Mental 2025 yang digelar Pemkab Tapanuli Selatan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Di antara antusiasme itu, Pasi Intel Kodim 0212/TS Kapten Inf Samson Marbun tampil sebagai narasumber yang menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya integritas, disiplin, dan attitude bagi generasi muda.
Kapten Samson hadir mewakili Dandim 0212/Tapsel Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E., M.M., yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan. Melalui pesan yang dititipkan, Dandim menegaskan bahwa Revolusi Mental bukan sekadar slogan, tetapi gerakan membentuk manusia muda yang unggul secara moral, berkarakter kuat, dan siap menghadapi dinamika zaman.
Dalam penyampaiannya, Kapten Samson mengajak para siswa memahami bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan maksimal tanpa mental tangguh. Ia mencontohkan tokoh dunia Alexander Graham Bell, penemu telepon, yang sukses bukan karena kekayaan, tetapi karena kemauan dan ketekunan luar biasa. “Kesuksesan itu lahir dari kemauan keras, bukan keadaan,” ujarnya. Pesan tersebut memberi inspirasi bagi siswa bahwa keberhasilan bisa dicapai siapa saja yang mau berjuang.
Tak hanya itu, Kapten Samson juga menyinggung sistem pendidikan Jepang yang sejak lama menempatkan attitude—sopan santun, tanggung jawab, dan integritas—sebagai prioritas utama. “Ilmu bisa dipelajari kapan saja, tetapi attitude menentukan bagaimana seseorang dihargai dan dipercaya,” tegasnya. Perbandingan ini membuat siswa memahami bahwa karakter yang baik merupakan modal dasar untuk maju.
Dalam sesi pengarahan, ia juga mengingatkan tentang bahaya narkoba dan perilaku negatif yang kerap menjadi ancaman bagi remaja. Dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, ia mengatakan: “Kalau ada teman yang merokok atau memakai narkoba, biarkan saja. Jangan ikut-ikutan. Kalian punya masa depan yang harus dijaga.” Pesan ini menggugah banyak siswa—beberapa di antaranya tampak mengangguk pelan, seolah tersadar bahwa pilihan kecil dalam kehidupan dapat menentukan masa depan mereka.
Kegiatan ini semakin hidup ketika sesi dialog dibuka. Para siswa terlihat antusias bertanya tentang cara melatih disiplin, menjaga motivasi belajar, hingga strategi menghadapi tekanan era digital. Kapten Samson menjawab dengan pendekatan yang humanis dan mudah dipahami, membuat suasana terasa lebih dekat dan penuh pesan emosional yang membangun.
Pada akhirnya, kegiatan sosialisasi Revolusi Mental 2025 ini bukan hanya memberi edukasi, tetapi juga menghadirkan sentuhan kemanusiaan yang membuat siswa merasa didukung dan diperhatikan. Mereka pulang dengan wajah yang lebih cerah—membawa harapan baru, keyakinan diri, dan pemahaman bahwa karakter yang kuat adalah bekal paling berharga untuk memasuki masa depan.(PS/BERMAWI)


