Pemdes Hutaraja Siapkan Bantuan Pangan Natal–Tahun Baru 2026: Wujud Kepedulian dan Penguatan Solidaritas Warga

/ Minggu, 16 November 2025 / 14.05.00 WIB

Kepala Desa Hutaraja Jupri Sugianto Simanjuntak

POSKOTASUMATERA.COM – TANO TOMBANGAN ANGKOLA — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, suasana hangat mulai terasa di Desa Hutaraja, Kecamatan Tano Tombangan Angkola. Di tengah rutinitas masyarakat yang kian sibuk mempersiapkan kebutuhan akhir tahun, Pemerintah Desa Hutaraja di bawah kepemimpinan Kepala Desa Jupri Sugianto menghadirkan kabar menggembirakan: seluruh rumah tangga tanpa kecuali akan menerima bantuan pangan jelang hari raya.


Kebijakan ini lahir bukan sekadar dari inisiatif pemerintah desa, melainkan hasil dari musyawarah desa Agustus 2024 yang kemudian dipertegas melalui penetapan Anggaran Desa Februari 2025. Pada forum desa waktu itu, warga sepakat bahwa kebutuhan pangan menjelang hari besar keagamaan sering kali menjadi tantangan bagi banyak keluarga, dan pemerintah desa diminta hadir menjawab kebutuhan tersebut.


Bantuan yang akan dibagikan pada 23 Desember 2025 itu berupa 1 kilogram daging B2 dan beras kurang lebih 1 kaleng untuk setiap rumah tangga. Meski sederhana, banyak warga yang menyambut keputusan ini dengan rasa syukur karena bantuan tersebut dapat mengurangi beban pengeluaran menjelang hari raya, terutama bagi keluarga dengan penghasilan terbatas.


Kepala Desa Jupri Sugianto menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata dari prinsip pembangunan berbasis partisipasi warga. “Musyawarah desa bukan hanya seremonial. Kami ingin memastikan suara masyarakat benar-benar menjadi dasar kebijakan,” ujarnya. Dengan demikian, program ini tidak hanya berbicara soal bantuan pangan, tetapi juga mencerminkan praktik demokrasi lokal yang berjalan sehat.


Namun yang membuat kebijakan ini semakin terasa humanis adalah perhatian pemerintah desa terhadap keberagaman kebutuhan masyarakat. Bagi warga yang tidak mengonsumsi daging B2 karena alasan agama, kesehatan, atau pilihan pribadi, pemerintah desa memberikan opsi untuk menukarnya dengan ikan. Langkah inklusif ini menegaskan bahwa tidak ada warga yang dikesampingkan.


Dari perspektif sosial, bantuan pangan ini memberi lebih dari sekadar bahan kebutuhan dapur. Ia menjadi penguat ketahanan keluarga, mengurangi kecemasan menjelang hari besar, sekaligus menghadirkan rasa kebersamaan yang penting dalam kehidupan masyarakat desa. Ketika keluarga merasa terbantu, hubungan antara pemerintah desa dan warga pun semakin erat.


Kades Jupri juga menepis anggapan bahwa program ini merupakan pemborosan anggaran. Ia menegaskan bahwa seluruh proses telah melalui mekanisme musyawarah dan perencanaan anggaran yang transparan. “Dana desa harus kembali kepada masyarakat. Dan inilah salah satu wujudnya,” katanya.


Di tengah dinamika kehidupan masyarakat, bantuan pangan jelang Natal dan Tahun Baru ini menjadi simbol bahwa kebersamaan dan gotong royong tetap menjadi napas utama kehidupan di Desa Hutaraja. Lebih dari itu, program ini menghadirkan harapan bahwa perayaan akhir tahun dapat dinikmati seluruh warga tanpa beban berlebih.(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: