Pemkab Humbahas Dorong Penguatan Aksara Batak Dalam Dunia Pendidikan Dan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal

/ Jumat, 07 November 2025 / 18.51.00 WIB

 

Foto : Plt. Dinas Pariwisata dan Olah Raga Humbahas,  Dina Simamora, ST 

POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terus menunjukkan keseriusan dalam menjaga dan mengembangkan identitas budaya Batak Toba melalui pelestarian aksara Batak. Upaya ini kini difokuskan pada penerapan aksara Batak dalam kurikulum pendidikan, seni gorga, dan pengembangan destinasi wisata yang sarat nilai budaya.

Sejalan hal itu Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH, lebih menegaskan bahwa aksara Batak memiliki nilai yang lebih dari sekadar tulisan — ia adalah jiwa dan simbol peradaban Batak Toba.

“Aksara Batak bukan hanya warisan masa lalu, tapi warisan untuk masa depan. Dunia pendidikan harus menjadi tempat pertama menghidupkannya kembali, agar generasi muda tidak kehilangan akar budayanya. 

Begitu juga pariwisata, harus menampilkan aksara ini sebagai wajah identitas Batak Toba,” dan bila perlu diadakan perlombaan antar siswa yang dimulai dari tingkat SD dan SMP , dan difasilitasi Dinas Pendidikan. dan juga Dinas Pariwisata , ujar Bupati di Doloksanggul, Jumat (7/11/2025).

Ia menambahkan bahwa Humbang Hasundutan akan menjadi contoh daerah yang mampu memadukan kemajuan dengan pelestarian budaya.

“Kemajuan daerah tidak harus menghapus tradisi. Justru, dengan aksara Batak, kita punya kekuatan untuk menunjukkan pada dunia bahwa budaya Batak Toba adalah kebanggaan dan daya tarik yang hidup, bukan sekadar sejarah di museum,” tegasnya.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Humbang Hasundutan, Dina Simamora, ST,  langkah pelestarian ini merupakan bagian dari strategi besar membangun pariwisata berbasis kearifan lokal.

“Aksara Batak bukan sekadar simbol, tetapi jiwa dari kebudayaan Batak Toba. Setiap ukiran, setiap goresan huruf di gorga atau monumen, membawa doa dan makna yang dalam. 

Karena itu, kita ingin menghidupkannya kembali agar pengunjung tidak hanya melihat keindahan, tetapi juga merasakan nilai-nilai leluhur yang terkandung di dalamnya,” ujarnya di Doloksanggul, Jumat (7/11/2025).

Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan aksara Batak sebagai bagian dari wajah wisata Humbang Hasundutan, mulai dari desain papan nama, rumah adat, hingga ornamen ruang publik.

“Kita ingin setiap wisatawan yang datang ke Humbahas bisa belajar sesuatu dari budaya Batak Toba. Misalnya, membaca tulisan Batak di pintu rumah adat, atau menulis namanya dengan aksara Batak di tempat wisata. Inilah bentuk wisata edukatif berbasis kearifan lokal,” tambahnya.

Dina Simamora menambahkan, Dinas Pariwisata tengah merancang konsep ‘Wisata Edukasi Aksara Batak’, yang akan diterapkan di beberapa destinasi unggulan seperti Dolok Sanggul, Tipang, Baktiraja, dan Muara. 

Program ini menggabungkan pembelajaran aksara dengan pengalaman budaya dan alam Humbang Hasundutan.
“Wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan, tapi juga belajar filosofi di balik setiap gorga, memahami arti tulisan di monumen, dan mengenal kisah leluhur Batak Toba yang diwariskan melalui aksara,” katanya.

Selain memperkaya pariwisata, penerapan aksara Batak juga diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan informal bagi masyarakat lokal. 

Di beberapa desa wisata, rencananya akan dibangun papan edukatif yang menampilkan aksara Batak beserta artinya, agar generasi muda semakin akrab dengan warisan budaya sendiri.

“Anak-anak kita harus tumbuh dengan mengenal aksaranya sendiri. Kalau mereka bisa membaca dan menulis aksara Batak, berarti mereka juga mengenal jati dirinya sebagai orang Batak Toba,” tutur Simbolon.

Kearifan lokal Batak Toba, seperti falsafah “Dalihan Na Tolu" prinsip hidup yang mengajarkan keseimbangan antara hormat, kasih, dan kebersamaan  juga menjadi inspirasi dalam program pelestarian ini.

“Dalam setiap langkah pengembangan wisata budaya, kita pegang nilai Dalihan Na Tolu. Kita hormati leluhur, kita jaga hubungan dengan sesama, dan kita syukuri alam yang telah memberi kehidupan. Itu sebabnya, setiap ornamen aksara Batak yang kita tampilkan juga membawa pesan moral dan spiritual bagi masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah daerah berharap, dengan penguatan aksara Batak dalam dunia pendidikan dan pariwisata, Humbang Hasundutan dapat menjadi pusat pelestarian budaya Batak Toba di kawasan Danau Toba.

“Pelestarian budaya bukan langkah mundur, tetapi cara kita menatap masa depan dengan jati diri yang kuat. Aksara Batak akan menjadi simbol hidup dari kebanggaan Humbang Hasundutan,” tutupnya . 

Penulis : (PS/BN)                                    Editor.   : Bernardus Nababan 


Komentar Anda

Terkini: