POSKOTASUMATERA.COM-PALAS- Setelah sekian kalinya melakukan aksi demonstrasi ke PT. Agrinas Palma Nusantara, masyarakat Luat Huristak akhirnya mendatangi kantor Bupati Padang Lawas (Palas), dan diterima secara baik oleh Bupati Palas Putra Mahkota Alam Hasibuan, SE.
Bupati Palas Putra Mahkota Alam Hasibuan mengajak masyarakat untuk berdialog di ruang Aula Kantor Bupati Palas, Jum'at (21November 2025).
Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut, menghasilkan kesepakatan. Yang mana tuntutan masyarakat Luat Huristak kepada PT.Agrinas Palma Nusantara disampaikan melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Palas.
Ketua Kelompok Plasma Luat Huristak Tongku Khalik Hasibuan kepada Poskotasumatera.com menyampaikan, sejak peralihan penguasaan dan manajemen dari PT.Torganda kepada PT.Agrinas Palma Nusantara. Pembayaran hasil kebun plasma tidak lagi diterima oleh masyarakat dari PT.Agrinas Palma Nusantara sejak bulan Mei sampai sekarang.
"Setelah beralih manajemen, pembayaran hasil kebun plasma tidak lagi diberikan sejak PT.Torganda disita Negara, dan diserahkan kepada PT.Agrinas Palma Nusantara," ujar Tongku Khalik Hasibuan.
Ditambahkan, pada pertemuan tersebut, disepakati. Masyarakat menyerahkan persoalan tuntutan pembayaran kebun plasma tersebut kepada Bupati Palas, ujar Tongku Khalik Hasibuan.
Kemudian Tongku Khalik Hasibuan juga mengharapkan kebijaksanaan dari Bupati Palas, sehingga apa yang menjadi tuntutan masyarakat Luat Huristak dapat diterima oleh PT. Agrinas Palma Nusantara.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi oleh Pj. Sekda Palas Panguhum Nasution, Plt.Kadis Pertanian Palas GT Hamonangan Daulay, Kadis Perizinan Palas Nurudin K Samosir, Inspektur Daerah Harjusli Fahri Siregar. Juga hadir Kapolres Palas AKBP.Dodik Yulianto,S.IK, dan Pabung Kodim 0212 Tapanuli Selatan.
Untuk diketahui, kelompok "Patogu Janji" sering kali merujuk pada lokasi perkebunan atau koperasi yang terkait dengan PT Torganda atau PT Agrinas Palma Nusantara (APN) di wilayah Padang Lawas, Sumatera Utara, yang belakangan ini menjadi subjek sengketa lahan dan demonstrasi oleh warga serta kelompok tani setempat, seperti Kelompok Plasma Luat Huristak. (PS/SAHAT)