Kepala Perumda Cabang Tapsel Malintang Harahap
POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL — Perumda Tirtanadi Cabang Tapanuli Selatan terus melakukan percepatan penanganan kerusakan pada Jaringan Distribusi Utama (JDU) yang mengalirkan air bersih menuju Kota Padang Sidempuan. Hingga Minggu (30/11), tim teknis masih bekerja di lapangan untuk memulihkan jaringan yang putus akibat dampak banjir dan tanah longsor yang melanda kawasan tersebut. Kerusakan ini menjadi perhatian serius mengingat JDU merupakan jalur vital penyuplai air bagi ribuan pelanggan.
Kerusakan pipa JDU terjadi di dua titik utama, yaitu di Desa Sihopur dan Desa Sisundung. Kedua lokasi ini merupakan kawasan rawan longsor yang berada di jalur perbukitan, sehingga guncangan tanah akibat intensitas hujan tinggi menyebabkan struktur pipa bergeser hingga terputus. Secara teknis, kondisi ini mengharuskan tim di lapangan melakukan pemetaan ulang posisi pipa, pengangkatan material longsor, dan penyambungan ulang jaringan distribusi secara presisi.
Kepala Perumda Tirtanadi Cabang Tapanuli Selatan, Malintang Harahap, menjelaskan bahwa jenis kerusakan yang terjadi bukan hanya sekadar patahnya pipa, tetapi juga rusaknya dudukan dan penyangga pipa di beberapa titik. “Tim kami bekerja sejak pagi hingga malam untuk memastikan suplai air bisa kembali normal. Kondisi medan cukup berat, namun perbaikan tetap kami prioritaskan,” ungkapnya.
Secara ilmiah, kerusakan ini dipicu oleh fenomena soil saturation, yakni kondisi ketika tanah menyerap air dalam volume besar hingga tidak mampu lagi menahan tekanan. Ketika struktur tanah menjadi labil, pergeseran permukaan tanah dapat menyeret infrastruktur pipa yang terpasang di bawahnya. Fenomena ini sering terjadi pada musim penghujan di kawasan pegunungan, sehingga memerlukan inspeksi berkala terhadap infrastruktur vital seperti JDU.
Upaya perbaikan yang dilakukan mencakup proses pengelasan ulang pipa, pemasangan clamp penguat, serta stabilisasi tanah dengan material tambahan sebagai penyangga sementara. Selain itu, penggunaan alat berat seperti ekskavator diperlukan untuk mengangkat pipa yang tertimbun tanah longsor. Setiap tahapan harus dilakukan dengan perhitungan teknis agar tekanan air tidak menimbulkan kebocoran baru saat operasional kembali dibuka.
Selama proses perbaikan berlangsung, Perumda Tirtanadi mengimbau masyarakat di Kota Padang Sidempuan untuk melakukan penghematan penggunaan air. Gangguan distribusi masih terjadi secara sporadis, terutama pada jam pemakaian puncak. “Kami memahami kondisi ini menyulitkan warga, namun kami pastikan bahwa perbaikan berjalan maksimal dan secepat mungkin,”s tambah Malintang Harahap.
Perumda Tirtanadi juga memastikan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala hingga JDU kembali berfungsi normal. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mendukung proses perbaikan yang sedang berlangsung. Dengan kerja terpadu antara petugas lapangan dan dukungan pemerintah daerah, pemulihan distribusi air bersih diharapkan dapat teratasi dalam waktu yang tidak terlalu lama.(PS/BERMAWI)
