Siswi MIS Terpadu Al Hijrah Bintuju Raih Juara 3 Tapsel Idol 2025, Harumkan Madrasyah dan Jadi Inspirasi Anak Anak Tapsel

/ Sabtu, 22 November 2025 / 18.36.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL — Sebuah cerita inspiratif lahir dari panggung Tapsel Idol 2025. Aqila Nazwa Elmuntazarah, Siswi MIS Terpadu  Al Hijrah Bintuju, Kecamatan Angkola Muara Tais, berhasil menyita perhatian publik usai meraih Juara 3 Tapsel Idol 2025. Keberhasilannya bukan hanya soal suara merdu, tetapi sebuah perjalanan tentang tekad, keberanian, dan bukti bahwa pesantren hari ini mampu melahirkan talenta seni yang bersinar.


Perjalanan Aqila menuju final bukan tanpa tantangan. Di tengah kesibukan belajar, hafalan, dan rutinitas MIS Tetpadu Alhijrah, ia tetap meluangkan waktu untuk berlatih, ditemani guru dan pembina yang terus mendorongnya. Karena itu, kemenangan ini terasa bukan hanya milik Aqila, tetapi juga milik lingkungan yang membesarkan dan mendukungnya.


Ajang Tapsel Idol 2025 yang digelar di Lapangan Astaka Desa Tolang, Kecamatan Sipirok, dengan tema “Sinergi Dalihan Natolu, Tapsel Bangkit”, menghadirkan suasana yang penuh semangat kebersamaan dan kreativitas. Di tengah hiruk-pikuk perayaan HUT Tapsel ke-75, panggung ini menjadi tempat bagi para remaja mengekspresikan diri, menunjukkan bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu menyatukan siapa pun tanpa memandang latar belakang.


Ketua Yayasan Al Hijrah Bintuju, Azam Marpaung, tampak haru menyaksikan siswanya berdiri di posisi tiga besar. “Alhamdulillah, Aqila membuktikan bahwa MIS Teroadu Ak Hijrah Bintuju mampu berprestasi di banyak bidang. Seni bukan hanya hiburan, tetapi ruang tumbuh untuk keberanian, kepercayaan diri,,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa MIS Terpadu Alhijrah Bintuju kini tidak lagi terpaku pada stigma lama, melainkan menjadi tempat pembinaan karakter yang lengkap—akhlak, ilmu, dan kreativitas.


Dari sudut pandang perkembangan anak anak prestasi Aqila memiliki makna yang lebih luas. Aktivitas seni seperti bernyanyi terbukti meningkatkan ketahanan mental, rasa percaya diri, serta kemampuan berkomunikasi. Bagi banyak santri, kesempatan tampil di panggung besar adalah tonggak penting dalam membentuk keberanian menghadapi dunia luar. Aqila menjadi contoh nyata bagaimana lingkungan pendidikan yang mendukung mampu melahirkan remaja yang matang dan percaya diri.


Kompetisi tahun ini juga dikenal sangat ketat dengan ratusan peserta dari berbagai kecamatan. Penilaian dilakukan secara profesional oleh juri berpengalaman, mencakup teknik vokal, interpretasi lagu, penguasaan panggung, dan konsistensi performa. Menembus tiga besar membuat Aqila tidak hanya dianggap berbakat, tetapi juga memiliki kedewasaan musikal yang jarang dimiliki remaja seusianya.


Bagi Yayasan Al Hijrah Bintuju, kemenangan ini membawa energi baru. Pihak yayasan merasa semakin terdorong untuk memperkuat pembinaan seni dan life skill sebagai bagian dari pendidikan siswa siswi. Keberhasilan Aqila menjadi penegas bahwa generasi MIS aterpadu Al Hijrah Bintuju  memiliki potensi besar dalam dunia seni, budaya, bahkan kreatif digital—modal penting dalam menghadapi masa depan yang semakin kompetitif.


Di akhir momen penuh haru itu, Azam Marpaung menyampaikan harapan kecil namun bermakna besar: “Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa siswi. Bahwa tidak ada batas untuk bermimpi. Yang penting adalah niat, usaha, dan keyakinan.” Aqila pun pulang membawa lebih dari sekadar piala—ia membawa cerita tentang keberanian dan harapan bagi remaja Tapsel yang ingin terus melangkah dan berkembang.

(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: