POSKOTASUMATERA.COM-GORONTALO — Suasana hangat menyelimuti Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Senin (25/11/2025), saat Pemerintah Provinsi Gorontalo memulai rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan cara yang berbeda: langsung turun ke desa dan menyapa masyarakat. Tidak sekadar seremoni, kehadiran Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie membawa kabar gembira berupa penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi ribuan pekerja rentan.
Di bawah teduh pohon-pohon besar yang mengelilingi balai desa, puluhan warga tampak menunggu dengan raut penuh harap. Bagi mereka, kartu Jamsostek bukan sekadar selembar plastik, tetapi jaminan masa depan. Salah satunya, Siti Rahma, pedagang sayur keliling, yang matanya berkaca-kaca ketika menerima kartu itu langsung dari tangan Wakil Gubernur.
“Alhamdulillah, saya tidak sangka bisa mendapat ini. Kalau terjadi apa-apa waktu kerja, setidaknya anak-anak saya aman,” ujarnya dengan suara bergetar.
Perlindungan Nyata untuk 3.900 Pekerja Rentan
Gubernur Gusnar Ismail dalam sambutannya menegaskan bahwa tahun ini Pemprov Gorontalo memberikan perlindungan kepada 3.900 pekerja rentan. Seluruh iuran sebesar Rp16.800 per orang ditanggung pemprov, mencakup dua program penting: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK).
“Kalau pekerja mengalami kecelakaan kerja atau meninggal, maka semuanya dijamin. Ini bentuk hadirnya negara untuk rakyatnya,” ujar Gusnar dengan tegas namun penuh empati.
Dari JKK, peserta menerima manfaat berupa perawatan, santunan, hingga tunjangan cacat. Sedangkan peserta yang meninggal saat bekerja mendapat santunan Rp70 juta, dan Rp42 juta bagi peserta yang meninggal bukan akibat kecelakaan kerja.
Tak berhenti di situ, beasiswa pendidikan juga diberikan bagi anak peserta yang mengalami musibah. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo, Dr. Ir. Sanco Simanullang, menjelaskan bahwa bantuan itu tersedia mulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi.
“Kami ingin memastikan pendidikan anak tidak terputus, apa pun musibah yang menimpa orang tuanya,” tutur Sanco.
Pelayanan Langsung Menyentuh Warga
Di luar pembagian kartu, Desa Daenaa dipenuhi tawa anak-anak, antrean warga, dan sapaan hangat petugas. Pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pangan murah, pelayanan administrasi kependudukan, hingga pembagian sembako bagi 50 keluarga tidak mampu membuat desa kecil itu terasa hidup seperti pusat kota.
“Baru kali ini saya bisa rekam e-KTP tanpa harus ke kantor kabupaten,” kata Kasim, warga setempat yang memakai tongkat. “Petugasnya datang langsung, ini sangat membantu.”
Para siswa SMA 1 Limboto turut memeriahkan hari itu lewat pentas seni, sementara tim medis menggelar sunatan massal dan layanan konseling psikologi SAPA 129 yang tak kalah diminati para ibu.
Perayaan yang Inklusif dan Dekat dengan Rakyat
Gubernur Gusnar menegaskan bahwa HUT ke-25 ini dirancang berbeda. Jika biasanya terpusat di ibu kota provinsi, kali ini kegiatan dibawa menyentuh masyarakat desa.
“Tahun ini kita balik polanya. Perayaan kita dekatkan ke desa agar semaraknya terasa oleh semua,” katanya.
Warga pun menyambut dengan penuh syukur, banyak di antaranya mengaku baru pertama kali merasakan perayaan HUT provinsi yang langsung hadir di kampung mereka.
Dukungan untuk Kesehatan dan Ekonomi Warga
Wakil Gubernur Idah Syahidah yang selalu ramah menyapa warga, mengingatkan pentingnya memanfaatkan layanan kesehatan gratis.
“Jaga kesehatan ibu-ibu. Ada cek tensi, gula darah, semuanya gratis. Silakan dimanfaatkan,” ujarnya sambil menenangkan seorang nenek yang takut disuntik ketika pemeriksaan.
Setelah kegiatan di Desa Daenaa, Idah melanjutkan agenda menghadiri sunatan massal di RS Ainun, sebuah kegiatan sosial yang juga menjadi bagian dari rangkaian HUT provinsi.
Rangkaian Peringatan HUT ke-25 Masih Berlanjut
Provinsi Gorontalo telah menyiapkan serangkaian agenda besar untuk memeriahkan usia perak ini, mulai dari bakti sosial di seluruh kabupaten/kota, Apel Akbar ASN (1 Desember), Gorontalo Berzikir (4 Desember), Paripurna HUT (5 Desember), hingga Gorontalo Half Marathon (7 Desember). Yang paling dinanti adalah operasi jantung terbuka gratis pada 11–12 Desember.
Dengan pendekatan baru yang lebih humanis dan menyentuh masyarakat hingga ke pelosok desa, perayaan HUT ke-25 Gorontalo tahun ini bukan hanya pesta seremonial, tetapi perayaan tentang kepedulian, kebersamaan, dan kehadiran pemerintah yang benar-benar dirasakan masyarakat.(PS/BERMAWI)
