13 Jam Terjebak Banjir 2 Meter Dengan Arus Deras, Kakak Beradik Selamat Tanpa Bantuan Petugas Penyelamat

/ Senin, 01 Desember 2025 / 08.24.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Terjebak banjir hingga menutupi separuh pintu rumahnya serta arus yang cukup deras, Karina dan adiknya Syarif warga Gang Dame Lorong 7 Desa Payageli Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang selamat meski selama 13 jam berjuang tanpa pertolongan dari petugas penyelamat, Sabtu, (27/11/2025).

Saat kejadian banjir, kedua orangtuanya sedang berada di Jakarta untuk menghadiri wisuda kakak sulungnya.Dengan sekuat tenaga, kedua kakak adik ini bertahan dengan hanya menggunakan kayu sepanjang 4 meter yang ada di rumahnya, mereka bisa menyeberangi arus banjir yang cukup deras ke tempat yang lebih tinggi dan langsung menghubungi kedua orang tuanya tentang kejadian tersebut. 

Mengetahui hal itu, sang ibu langsung menelpon petugas Damkar Kota Medan untuk meminta pertolongan evakuasi terhadap kedua anaknya namun, hingga 13 jam tak ada satupun petugas yang datang hingga anaknya berhasil menyelamatkan diri sendiri meski kelaparan. 

Melalui seluler Whatsapp, kepada awak media ini sang ibunda mengatakan kekecewaannya terhadap petugas penyelamat yang ada dari tingkat kecamatan hingga Kabupaten/Kota atas nasib yang dialami kedua anaknya.Menurutnya, meski rumahnya berada di Kabupaten Deliserdang tapi daerah tempat tinggalnya dekat dengan Kota Medan bahkan, kantor BPBD Provinsi Sumatera utara jalan Medan-Binjai km.10,3 tidak jauh warga Desa Payageli. 

" Setelah anak saya memberitahukan kejadian banjir itu, saya langsung menelpon petugas Damkar Kota Medan berulangkali namun hanya menjawab 'sabar' tapi tak ada juga yang datang untuk menyelamatkan anak saya.Bersyukur masih ada pertolongan dari Allah hingga anak saya bisa menyelamatkan diri," Ungkap Ati. 

Masih kata Ati," Jauh hari sudah ada peringatan tentang waspada terhadap banjir tapi, kenapa tidak ada persiapan sama sekali dari pihak terkait dari BPBD atau Basarnas.Dan apa upaya petugas itu untuk membantu masyarakat terdampak banjir seperti ini," katanya penuh kesal. 

Irsan petugas Damkar Kota Medan saat dikonfirmasi melalui seluler whatsapp, membenarkan bahwa orangtua anak yang terjebak banjir ada menghubungi dan beliau sudah menyampaikan kepada petugas penyelamat yang ada di kota medan namun, karena kekurangan peralatan jadi tidak bisa mencakup keseluruhan daerah terdampak banjir.

Hingga berita ditayangkan belum ada keterangan secara resmi dari Pemko Medan atau Pemkab Deliserdang terhadap hal ini.(PS/IG) 

Komentar Anda

Terkini: