Camat Sayurmatinggi Enri Cofermi Batubara S.Pd M.Pd
POSKOTASUMATERA.COM | TAPSEL — Pemerintah Kecamatan Sayurmatinggi kembali menginisiasi kegiatan gotong royong terpadu yang akan dilaksanakan pada Rabu (31/12/2025) di Desa Sialang mulai Jam 08 00 Wib sampai Selesai. Camat Sayurmatinggi, Enri Cofermi Batubara, S.Pd., M.Pd., mengajak jajaran Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) bersama masyarakat untuk terlibat aktif dalam kerja bakti sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir bandang.
Di tengah sisa material banjir yang masih terlihat di sejumlah titik, kolaborasi antara aparatur pemerintah dan warga masyarakat menjadi gambaran nyata semangat kebersamaan.
Kegiatan kerja bakti ini tidak semata berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga merepresentasikan penguatan modal sosial yang berperan penting dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
Kerja bakti terpadu tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Tapanuli Selatan serta implementasi Surat Edaran Korpri. Dalam perspektif kebijakan publik, kegiatan ini dipandang sebagai instrumen strategis untuk mengintegrasikan partisipasi lintas sektor dalam penanganan dampak bencana secara kolektif, partisipatif, dan berkelanjutan, mulai dari tingkat desa.
Camat Sayurmatinggi Enri Cofermi Batubara menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan. Keterlibatan berbagai unsur—mulai dari tenaga pendidik, tenaga kesehatan, aparatur desa, penyuluh lapangan, pendamping program pemerintah, hingga mahasiswa—mencerminkan model kolaborasi multipihak yang efektif. “Gotong royong adalah kekuatan sosial kita. Ketika semua unsur bergerak bersama, proses pemulihan dan pembangunan akan berjalan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Secara teknis, kerja bakti akan difokuskan pada pembersihan lingkungan sepanjang wilayah Desa Sialang hingga perbatasan Sipange Julu, yang terdampak langsung banjir bandang. Kegiatan meliputi pembersihan material sisa bencana, normalisasi saluran air, serta penataan akses jalan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan potensi bencana lanjutan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Adapun peserta kegiatan berasal dari berbagai institusi, antara lain guru SD dan SMP melalui K3S, jajaran UPTD Pertanian melalui KCD Pertanian, tenaga kesehatan Puskesmas, Petugas Penyuluh Lapangan KB, para kepala desa beserta perangkatnya, Pendamping Desa, PLD, Pendamping PKH, serta mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL).
Interaksi lintas peran tanpa sekat jabatan menciptakan suasana kerja yang egaliter, efektif, dan produktif.
Dari sudut pandang sosial, kerja bakti terpadu ini juga berfungsi sebagai mekanisme pemulihan psikososial masyarakat. Aktivitas bekerja bersama, komunikasi informal, dan interaksi sosial yang terbangun secara alami mampu memperkuat rasa aman, kepercayaan, dan solidaritas sosial—elemen penting dalam membangun ketahanan sosial pascabencana.
Lebih lanjut, Camat Enrico menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan prinsip pembangunan berwawasan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Lingkungan yang bersih berkontribusi pada pencegahan penyakit berbasis lingkungan serta peningkatan kualitas hidup warga. Namun, lebih dari itu, gotong royong menjadi wahana strategis dalam memperkuat kohesi sosial sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Melalui kerja bakti terpadu ini, Pemerintah Kecamatan Sayurmatinggi berharap nilai kolaborasi dan kepedulian sosial terus terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat. Gotong royong tidak hanya dimaknai sebagai tradisi, melainkan sebagai kekuatan struktural yang menopang pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Tapanuli Selatan—berawal dari desa, digerakkan bersama, dan diarahkan menuju masa depan yang lebih tangguh.
(PS/BERMAWI)
