BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN HADIRI IBADAH DAN PERAYAAN NATAL SLB NEGERI DOLOKSANGGUL

/ Selasa, 09 Desember 2025 / 11.09.00 WIB

 

POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-Sukacita Natal terasa memenuhi ruang ibadah di SLB Negeri Doloksanggul ketika Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH., MH, didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan Martahan Panjaitan, menghadiri Ibadah dan Perayaan Natal bersama keluarga besar sekolah pada Senin (8/12).

Perayaan Natal tahun ini mengusung Tema: “Tuhan Yesus Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24) serta Sub Tema: “Tuhan Yesus Mengasihi Anak-Anak.” Tema ini menjadi pusat renungan dan pesan rohani sepanjang rangkaian ibadah yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.

Perayaan dimulai dengan prosesi masuk liturgis, di mana para guru membawa lilin Natal sebagai lambang terang Kristus yang hadir menyinari keluarga, sekolah, dan seluruh Kabupaten Humbang Hasundutan. Para siswa menyambut prosesi dengan senyum tulus, menghadirkan suasana haru dan damai.

Rangkaian ibadah berjalan teratur menurut tata ibadah Kristen:

1. Pujian Pembukaan

Jemaat menyanyikan “Hai Mari Berhimpun”, mengajak seluruh peserta ibadah datang menyembah Sang Juru Selamat.

2. Votum dan Salam Pastoral

Pemimpin ibadah menyatakan: “Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi” sebagai tanda bahwa ibadah dilakukan dalam kehadiran Allah.

3. Puji-Pujian Natal

Pujian “Malam Kudus” dan “Hai Dunia Gembiralah” dinyanyikan oleh gabungan guru, orang tua, dan siswa dalam suasana penghayatan yang mendalam.

4. Pembacaan Firman Tuhan

Pembacaan Kitab Suci dari Matius 1:21–24 dilakukan oleh perwakilan siswa SLB. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling menyentuh, karena mereka membacakan ayat demi ayat dengan semangat dan keyakinan.

5. Khotbah Natal

Dalam khotbahnya, pemimpin ibadah menegaskan bahwa kedatangan Yesus adalah wujud kasih Allah bagi seluruh umat manusia serta panggilan bagi keluarga untuk hidup dalam kedamaian, pengampunan, dan saling menguatkan. Secara khusus, disampaikan bahwa Yesus memiliki kasih yang istimewa bagi anak-anak. Mereka adalah anugerah yang dipercayakan Tuhan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus yang Tuhan berikan keunikan, talenta, dan peran dalam kesaksian hidup.

6. Doa Syafaat

Doa dinaikkan bagi:

  • anak-anak SLB Negeri Doloksanggul,
  • keluarga dan orang tua,
  • guru dan tenaga pendidik,
  • pemerintah daerah,
  • masyarakat Humbang Hasundutan,
  • serta situasi bangsa menjelang peringatan Natal 2025.

7. Persembahan Pujian Khusus

Beberapa siswa menampilkan pujian tunggal, duet rohani, pembacaan puisi Natal, serta persembahan tari liturgis yang sederhana namun sarat makna. Penampilan ini membuat seluruh peserta ibadah terharu dan kagum akan potensi anak-anak.

Dalam sambutannya, Bupati Humbang Hasundutan menegaskan pentingnya kasih dan perhatian bagi anak-anak berkebutuhan khusus. “Selamat Hari Natal bagi seluruh anak-anak SLB Negeri Doloksanggul. Semoga kasih Tuhan Yesus menyertai kita semua dan memberikan semangat baru bagi anak-anak dalam belajar, berkarya, serta meraih masa depan yang cerah,” ujar Bupati.

Beliau menambahkan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat komitmen terhadap pendidikan inklusif, memastikan sekolah-sekolah inklusi dan SLB mendapatkan perhatian, pembinaan, dan peningkatan sarana yang memadai.

“Anak-anak adalah karunia. Kita dipanggil untuk memberikan dukungan terbaik bagi mereka—baik melalui pendidikan, perhatian, maupun kasih sayang,” tambahnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah melayani dengan kesabaran, ketulusan, dan dedikasi dalam mendampingi anak-anak.

Setelah ibadah selesai, perayaan dilanjutkan dengan berbagai acara hiburan dan kreativitas anak-anak SLB Negeri Doloksanggul.

Penampilan Perayaan Natal meliputi:

  • Tarian daerah Batak kreasi Natal
  • Drama singkat kelahiran Yesus
  • Pujian rohani oleh siswa low vision dan tunarungu
  • Tarian ceria oleh kelas autisme dan tunagrahita
  • Pembacaan puisi “Kasih Yesus Menyentuh Hatiku”

Suasana penuh sukacita ketika para guru ikut menari dan bernyanyi bersama anak-anak. Para orang tua tampak bangga melihat perkembangan dan keberanian anak-anak tampil di depan umum.

Perayaan ini menjadi simbol bahwa Natal bukan hanya ritual ibadah, tetapi perayaan kasih Tuhan yang hadir melalui kebersamaan, penerimaan, dan sukacita sederhana.

Perayaan diakhiri dengan doa berkat dan dilanjutkan dengan pembagian bingkisan Natal bagi seluruh siswa, sebagai wujud perhatian dan kasih dari pemerintah. Para siswa menyambut hadiah dengan wajah cerah dan senyum yang merekah.

Acara berlangsung dengan penuh damai, tertib, dan gembira, meninggalkan kesan rohani dan sukacita yang dalam bagi seluruh peserta.

Perayaan ini meneguhkan kembali pesan Natal bahwa:

  • Kasih Yesus hadir untuk semua keluarga.
  • Anak-anak—termasuk yang berkebutuhan khusus—adalah mutiara berharga di mata Tuhan.
  • Pemerintah, sekolah, dan keluarga harus bersinergi membangun masa depan mereka.
  • Natal adalah waktu untuk saling mengasihi, mengampuni, dan merangkul sesama tanpa membedakan. (PS/BN) 


Komentar Anda

Terkini: