Bupati Tapsel Tegaskan Peran Strategis Bunda PAUD, Mutu PAUD Jadi IKU Camat Mulai 2026

/ Rabu, 17 Desember 2025 / 03.13.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL — Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan bahwa Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan memegang peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM) Tapsel di masa depan. Penegasan ini disampaikannya saat menghadiri pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Tapsel di Aula Sarasi Lantai III Kantor Bupati Tapsel, Sipirok, Selasa (16/12/2025).


Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Tapsel, Ny. Murni Gus Irawan. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tata kelola pendidikan anak usia dini, sekaligus sebagai upaya sistematis untuk meningkatkan mutu layanan PAUD yang merata dan berkelanjutan di seluruh kecamatan.


Dalam sambutannya, Bupati Gus Irawan menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fase krusial dalam siklus pembangunan manusia. Secara ilmiah, periode usia dini dikenal sebagai golden age, di mana perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik anak berlangsung sangat pesat dan menentukan kualitas pembelajaran pada jenjang berikutnya.


“Ini bukan tugas sederhana. Kualitas pendidikan anak-anak kita di masa depan sangat ditentukan oleh layanan PAUD hari ini. Di sinilah peran strategis Bunda PAUD Kecamatan sebagai motor penggerak peningkatan mutu,” ujar Gus Irawan. Ia menekankan bahwa peran tersebut menuntut kepemimpinan, advokasi, serta kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor.


Bupati juga memaparkan kondisi objektif PAUD di Tapsel yang masih menghadapi tantangan serius. Dari 197 satuan PAUD yang ada, baru 21 terakreditasi B, 78 terakreditasi C, delapan terakreditasi D, sementara hampir 100 satuan PAUD belum terakreditasi. Data ini menunjukkan masih lebarnya kesenjangan mutu layanan pendidikan anak usia dini antarwilayah.


“Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Bunda PAUD Kecamatan bersama para camat. Bagaimana memastikan PAUD di wilayah masing-masing memenuhi standar mutu. Ini sejalan dengan visi dan misi Tapsel, khususnya misi ketiga, yakni mewujudkan SDM yang unggul, sehat, dan cerdas,” jelasnya.


Lebih lanjut, Gus Irawan menegaskan bahwa mulai tahun 2026, mutu PAUD akan dijadikan sebagai salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) camat. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong percepatan peningkatan kualitas PAUD melalui pendekatan berbasis kinerja, akuntabilitas, dan kolaborasi yang terukur.


Ia juga menyinggung rapor pendidikan Tapsel yang masih berada sedikit di atas kategori buruk. Menurutnya, kondisi tersebut memiliki korelasi kuat dengan kualitas pendidikan anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan terobosan nyata, penguatan peran Bunda PAUD, serta sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan masyarakat guna membangun fondasi pendidikan yang kokoh sejak usia dini. (PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: