Bupati Tapsel Tinjau Lokasi Bencana Tanah Longsor di Angkola Barat dan Salurkan Ribuan Dana Tunggu Hunian

/ Rabu, 31 Desember 2025 / 19.03.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM | TAPSEL — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menunjukkan respons cepat dan terukur terhadap bencana tanah longsor yang melanda Desa Sisundung, Kecamatan Angkola Barat. Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu bersama Danrem 023/Kawal Samudera Kolonel Inf Iwan Budiarso dan Dandim 0212/Tapsel Letkol Inf Dedi Harnoto meninjau langsung lokasi terdampak pada Selasa (30/12/2025) guna memastikan langkah penanganan berjalan efektif dan berbasis keselamatan masyarakat.


Bencana longsor tersebut menyebabkan terputusnya jembatan penghubung Dusun Pangaribuan menuju Kelurahan Pardomuan. Infrastruktur ini merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Tandihat Baru dan Desa Tandihat di Kecamatan Angkola Selatan.


 Terputusnya jalur utama ini berdampak signifikan terhadap mobilitas penduduk, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Dalam peninjauan lapangan yang turut didampingi Camat Angkola Barat, Bupati Gus Irawan mengamati secara langsung kondisi jembatan yang mengalami kerusakan berat serta beberapa titik rawan longsor susulan.


Berdasarkan hasil observasi awal, intensitas curah hujan tinggi dan kondisi struktur tanah yang labil menjadi faktor utama meningkatnya risiko bencana di wilayah tersebut.


“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Pemerintah daerah akan segera mengambil langkah-langkah darurat agar akses warga kembali terbuka dan aktivitas sosial ekonomi dapat berjalan normal,” tegas Gus Irawan. Ia menambahkan bahwa penanganan bencana tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga harus mengedepankan pendekatan mitigasi risiko jangka menengah dan panjang.


Selain penanganan infrastruktur darurat, Pemerintah Kabupaten Tapsel juga menyalurkan ribuan Dana Tunggu Hunian kepada warga terdampak sebagai bentuk perlindungan sosial sementara. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sembari menunggu proses penanganan lanjutan dan kepastian hunian yang aman.


Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa Desa Tandihat telah masuk dalam rencana relokasi karena mengalami pergeseran tanah yang cukup serius. Pemerintah daerah akan memfasilitasi proses relokasi warga secara bertahap, termasuk menyiapkan lokasi alternatif yang dinilai lebih aman berdasarkan kajian teknis dan kondisi geologis wilayah.

Langkah terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, unsur TNI, dan aparat kecamatan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang.


 Pendekatan berbasis keselamatan, mitigasi, dan keberlanjutan menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan penanganan bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: