POSKOTASUMATERA.COM | TAPSEL — Pagi itu, Desa Sialang belum sepenuhnya pulih dari jejak banjir. Pasir dan lumpur masih menempel di halaman rumah warga, parit-parit dipenuhi endapan, dan sisa kelelahan terlihat di wajah masyarakat. Namun di tengah kondisi tersebut, harapan kembali tumbuh saat warga dan pemerintah bergandengan tangan dalam kegiatan gotong royong terpadu, Kamis (31/12/2025).
Tak sekadar memberi arahan, Camat Sayurmatinggi, Enri Cofermi Batubara, S.Pd., M.Pd., bersama sejumlah OPD di jajaran Pemkab Tapsel yakni Asisten II Jajang Maman SPd, Kadis Parawisata Abdul Saftar Harahap S.Sos MM, Kadis Lingkungan Hidup Ongku Muda Sormin,S.Sos MM Kadis Perikanan Saiful Nasution, Sekretaris Ketahanan Pangan Hasmar Siregar Sormin SP,S.Pd, turun langsung ke lokasi bersama Kepala Desa Sialang Jafar Suparto Silitonga dan sejumlah kepala desa tetangga. Dengan pakaian sederhana, ia ikut mengangkat pasir, mengisi karung, dan membersihkan rumah warga yang terdampak banjir.
Kehadirannya di tengah masyarakat menghadirkan rasa kebersamaan yang tulus—bahwa duka ini dipikul bersama.Bagi warga, melihat camat bekerja bahu-membahu bukan hanya soal kecepatan pemulihan, tetapi juga penguatan batin. “Kami merasa tidak sendiri,” ungkap salah seorang warga sambil terus menyekop lumpur. Keteladanan pemimpin yang hadir secara fisik di lapangan memberi semangat baru di tengah lelah yang belum usai.
Sejak pagi hari, gotong royong berlangsung penuh keakraban. Tangan-tangan yang biasanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing hari itu menyatu membersihkan parit, mengangkat pasir yang mengeras, dan menata kembali lingkungan rumah.
Canda ringan di sela kerja berat menjadi penguat, menandakan bahwa semangat hidup masyarakat Sialang tetap terjaga.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari guru SD dan SMP melalui K3S, jajaran UPTD Pertanian dari KCD Pertanian, tenaga kesehatan Puskesmas, penyuluh KB, para kepala desa dan perangkatnya, Pendamping Desa dan PLD, Pendamping PKH, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan, hingga masyarakat setempat.
Kehadiran banyak pihak mencerminkan kepedulian bersama terhadap pemulihan desa.
Salah satu momen yang paling menyentuh adalah ketika Camat Sayurmatinggi terlihat memanggul karung pasir bersama warga. Tanpa jarak, tanpa protokoler berlebihan, ia menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat. Tindakan sederhana itu meninggalkan kesan mendalam, bahwa kepemimpinan sejati hadir lewat empati dan kerja nyata.
Lebih dari sekadar membersihkan lingkungan, gotong royong ini menjadi ruang penyembuhan sosial. Rasa saling percaya dan solidaritas yang terbangun diyakini mampu mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Di akhir kegiatan, Camat Sayurmatinggi menegaskan komitmennya untuk terus menghidupkan kerja bakti terpadu sebagai budaya bersama. “Bencana boleh datang, tapi kebersamaan harus selalu lebih kuat,” ujarnya. Desa Sialang pun perlahan bangkit, dengan harapan yang tumbuh dari tangan-tangan yang saling menggenggam.(PS/BERMAWI)


