POSKITASUMATERA.COM – TAPSEL — Perjalanan hidup dan pengabdian Drs. H. Maas Siagian mencerminkan konsistensi, ketekunan, serta daya juang seorang aparatur negara yang tumbuh dari proses panjang birokrasi hingga pengabdian politik. Mengawali karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1984 di Papua, ia telah menorehkan lebih dari tiga dekade pengabdian dalam berbagai posisi strategis pemerintahan sebelum akhirnya melanjutkan kiprah di dunia politik dan organisasi kemasyarakatan.
Latar belakang pendidikannya berakar kuat dari kampung halaman di Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Ia menamatkan pendidikan dasar di SD Negeri 1 Sipirok pada tahun 1974, melanjutkan ke SMP Negeri 1 Sipirok dan lulus pada 1977, serta menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMAN 1 Sipirok pada tahun 1981. Tahapan pendidikan ini menjadi fondasi awal dalam membentuk karakter disiplin, etos kerja, dan integritas yang kelak menjadi ciri utama pengabdiannya.
Usai menamatkan SMA, Drs. H. Maas Siagian mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Pada Kantor Provinsi PAPUA dan diterima pada tahun 1984 dengan penempatan di BIRO Umum Setda Provinsi PAPUA.
Penugasan di Kantor Gubernur Provinsi PAPUA dan kemudian Pindah ke Kabupaten Tolikara Tahun 2001 yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur tersebut menjadi fase penting pembentukan profesionalisme dan ketangguhan mental. Di tengah kondisi kerja yang menuntut adaptasi tinggi, ia tetap menjalankan tugas pemerintahan dengan dedikasi serta semangat pengabdian yang konsisten.
Komitmennya terhadap peningkatan kapasitas diri diwujudkan melalui pendidikan tinggi di Universitas YAPIS (Yayasan Pendidikan Islam) Jayapura. Pada tahun 1991, ia berhasil meraih gelar sarjana.
Pendidikan akademik ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kompetensi administratif, manajerial, dan analitis yang sangat berperan dalam perjalanan kariernya di lingkungan pemerintahan daerah.
Kepercayaan institusional terhadap kapasitas dan integritasnya semakin nyata ketika pada tahun 2002 ia diangkat sebagai Kepala Sub Bagian Antar Lembaga pada bidang penanggulan Linmas Daerah Pemerintah Provinsi Papua. Selanjutnya, di Kabupaten Tolikara, ia mengemban berbagai jabatan strategis, antara lain Kepala Bagian Umum (2003), Sekretaris Bappeda (2005-2009), Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (BPMK) Tahun (2010), Inspektur Kabupaten Tolikara ( 2013 -2015) , hingga Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tahun 2015 -2017).
Ragam jabatan tersebut menunjukkan keluasan perspektif dan pemahaman lintas sektor yang dimilikinya, mulai dari perencanaan pembangunan, pengelolaan keuangan daerah, pengawasan internal, hingga pemberdayaan masyarakat. Pada fase akhir pengabdian birokrasi, ia kembali dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (2018 -2019), Asisten Administrasi Umum (2019 -2020) dan kembali Inspektorat (2021 ) serta Staf Ahli, sebelum menuntaskan masa baktinya sebagai PNS pada tahun 2022.
Memasuki masa purna tugas, Drs. H. Maas Siagian tidak menghentikan pengabdiannya kepada publik. Pada tahun 2023, ia bergabung dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem) sebagai wadah perjuangan politik. Berbekal pengalaman panjang di birokrasi pemerintahan, ia mengikuti kontestasi politik dan berhasil meraih kepercayaan masyarakat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan pada Pemilu 2024 dan Alhamdulillah mendapat suara Terbanyak Anggota DPRD Tapsel sebanyak 4581 Suara dari Dari Dapil Satu ( Kecamatan Angkola Timur dan Kecamatan Sipirok)
Peran pengabdiannya semakin lengkap melalui kiprah sosial-kemasyarakatan. Pada September 2025, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPD IKAPSEL TABAGSEL (Induk Keluarga Pelajar Alumni Sipirok ) Tabagsel dan juga pada September Tahun 2005 dipercaya sebagai Ketua DPD Partai NASDEM TAPSEL Priode 2025 -2029.. Jabatan ini menegaskan posisinya sebagai figur pemersatu alumni sekaligus tokoh masyarakat yang berkomitmen mendorong pembangunan daerah berbasis kolaborasi antara pengalaman birokrasi, representasi politik, dan kekuatan sosial masyarakat.
Jejak panjang pengabdian Drs. H. Maas Siagian, dari Papua hingga parlemen daerah, menjadi refleksi bahwa dedikasi, kompetensi, dan integritas yang dibangun secara konsisten mampu melahirkan kepemimpinan yang relevan lintas generasi dan sektor pembangunan.
(PS/BERMAWI)
