“Di Tengah Lumpur yang Belum Tenang, Pencarian Hari Kelima di Pakkat Terus Dikejar Waktu”

/ Senin, 01 Desember 2025 / 05.10.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-  Memasuki hari kelima pascalongsor dan banjir yang melanda Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, upaya pencarian korban masih terus dikejar waktu oleh tim gabungan, Minggu, 30 November 2025. Hingga kini, sejumlah warga masih diduga tertimbun material longsor dan belum ditemukan.

Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, bersama Sekretaris Daerah Chiristison Rudianto Marbun, turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau perkembangan operasi. Kehadiran mereka bukan sekadar meninjau, tetapi juga ikut membantu upaya pencarian. Bahkan, Bupati Oloan terlihat naik ke atas sisa bangunan rumah warga yang hancur akibat terjangan longsor untuk memastikan tidak ada titik yang terlewatkan tim.

“Seluruh lintas sektoral kami gerakkan dan maksimalkan. Prioritas utama saat ini adalah menemukan korban secepat mungkin, namun keselamatan tim tetap menjadi perhatian utama,” ujar Bupati di sela-sela peninjauannya.

Tim gabungan melakukan pencarian pada salah satu rumah warga yang terseret banjir dan longsor. Berbagai peralatan dikerahkan untuk mempercepat proses, mulai dari alat berat hingga perlengkapan manual yang digunakan di titik-titik sempit. Sejumlah lokasi yang diperkirakan sebagai tempat tertimbunnya korban juga masih dalam proses pembersihan.

Meski upaya telah dilakukan sejak hari pertama, hingga hari kelima hasil pencarian masih nihil. Material longsor yang tebal dan kondisi medan yang sulit turut menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat. Kendati demikian, operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan.

“Tidak ada kata berhenti. Kami akan terus bekerja sampai semua korban berhasil ditemukan,” tegas salah satu anggota tim SAR yang berada di lokasi.

Warga sekitar yang selamat turut memberikan bantuan kepada petugas, termasuk menyediakan informasi mengenai lokasi rumah dan posisi korban saat kejadian. Suasana di Panggugunan masih dipenuhi lumpur dan puing-puing, namun harapan dan dukungan masyarakat tetap menyala. (PS/BN) 

Komentar Anda

Terkini: